Mau Beli Emas Saat Harganya Terus Naik? Pertimbangkan Hal Berikut

Kompas.com - 30/08/2020, 16:02 WIB
Emas batangan bergambar shio anjing tanah terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). PT Antam meluncurkan produk emas batangan seberat 88 gram bermotif anjing tanah edisi khusus Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada bulan Februari 2018 mendatang. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGEmas batangan bergambar shio anjing tanah terlihat saat diluncurkan di Jakarta, Kamis (18/1/2018). PT Antam meluncurkan produk emas batangan seberat 88 gram bermotif anjing tanah edisi khusus Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada bulan Februari 2018 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga Emas memang mengalami kenaikan sebelum masa pandemi Covid-19 hingga mencapai Rp 1 juta per gram selama beberapa pekan terakhir. Sebagai instrumen investasi berbentuk aset riil, emas memang menjadi instrumen investasi yang terkenal bisa mengalahkan inflasi.

Meskipun harganya mengalami fluktuasi secara harian, akan tetapi dalam jangka panjang harga emas terus mengalami kenaikan. Lalu kapan sebaiknya membeli emas, saat harganya turun atau membelinya tanpa memperhitungkan waktu?

Melansir riset dari Lifepal, Minggu (30/8/2020), jika seseorang membeli emas pada bulan Agustus 2019, sebut saja dengan harga Rp 720.000 per gram, dengan harga buyback di tanggal 25 Agustus 2020, yang sebesar Rp 971.000 per gram, maka dia sudah untung 34,9 persen setahun.

Namun menurut data historis di tahun 2018, jika saja seseorang membeli emas di akhir Agustus 2017 dan menjualnya di akhir Agustus 2018, kemungkinan besar keuntungannya hanya 2 persen persen saja.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Investasi Koin Emas Dinar

Fenomena ini menunjukkan bahwa emas bukanlah investasi dengan tingkat pengembalian pasti. Ada kalanya di jangka pendek, kenaikan harga emas terlihat signifikan, begitu pun sebaliknya.

Tapi jika seseorang membeli emas di 25 Agustus 2010 dan menyimpannya hingga Agustus 2020, maka nilai emasnya sudah naik 156,7 persen.

Itulah yang membuat emas sangat baik digunakan untuk investasi jangka panjang. Termasuk di antaranya adalah untuk kebutuhan dana pensiun. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui saat ingin melakukan investasi emas

Harga emas mahal karena perekonomian yang buruk

Sebagai instrumen investasi yang dikenal dengan istilah safe haven, kenaikan harga emas umumnya disebabkan karena kondisi perekonomian atau pasar yang sedang tidak baik.

Baca juga: Apa Perbedaan Emas Batangan Antam Vs UBS?

Sebut saja, seperti yang terjadi pada Agustus 2011 pada saat harga emas pertama kalinya menembus Rp 500.000 per gram.

Halaman:


Sumber Lifepal
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X