BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Unilever

UMKM Terdampak Pandemi, Pemerintah dan Swasta Gotong Royong Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 09/09/2020, 14:36 WIB
UMKM, bantu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi pandemi. Unilever IndonesiaUMKM, bantu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi pandemi.
Penulis Farhanah
|

KOMPAS.com – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Mereka adalah ujung tombak perputaran ekonomi dalam negeri.

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/12/2019), UMKM menyumbang 60,34 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyumbang 58,18 persen dari total investasi.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi yang tak pasti.

Naasnya, UMKM juga menjadi kelompok yang rentan di tengah situasi pandemi. Tak sedikit UMKM jatuh tengkurap akibat badai ini. Misalnya saja, warung-warung kecil yang terpaksa tutup karena sepi pembeli.

Baca juga: Ini Tips Bagi UMKM agar Kreatif di Tengah Pandemi...

Diberitakan Kompas.com, Selasa (28/7/2020), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengonfirmasi dari 64,2 juta UMKM yang ada di Indonesia, sekitar 50 persen atau setara 30 juta UMKM harus tutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, berdasarkan data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bila pandemi tak kunjung usai, 85,42 persen UMKM hanya akan mampu bertahan selama satu tahun.

Sementara itu, pelaku UMKM yang masih bertahan juga tak luput dari ancaman kesehatan yang terus menghantui. Setiap hari, mereka melayani dan bertransaksi dengan banyak orang silih berganti. Kontak fisik tak bisa mereka hindari sehingga penularan virus rentan terjadi.

Tak tinggal diam, seperti diwartakan Kompas.com, Selasa (11/8/2020), pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menjaga sektor perekonomian, seperti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM.

Baca juga: IWAPI: UMKM Harus Diselamatkan Lebih Dulu karena Menyangkut Perempuan dan Anak

Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan stimulus sebesar Rp 123,46 triliun khusus untuk UMKM.

Seiring program stimulus ekonomi, pemerintah juga sedang menyiapkan program Bantuan Sosial (Bansos) Produktif untuk percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Bansos Produktif bertujuan meningkatkan daya tahan para pelaku UMKM yang belum memiliki akses perbankan.

Total bantuan yang akan digelontorkan sebesar Rp 28,8 triliun untuk 12 juta pelaku UMKM. Masing-masing pelaku UMKM akan mendapatkan dana hibah modal kerja sebesar Rp 2,4 juta tanpa bunga.

Dengan bantuan tersebut, UMKM diharapkan dapat terus berdaya dalam menggerakkan roda bisnisnya. Ketika mereka berdaya, kesejahteraan dan kesehatan mereka pun akan lebih terjamin.

Tak hanya pemerintah, pihak swasta turut memainkan peran besar dalam mendorong pelaku UMKM untuk kembali bangkit, kuat, dan mandiri. Sudah saatnya, perusahaan-perusahaan besar, turun tangan membantu bisnis-bisnis kecil menavigasi roda ekonomi dalam era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal.

Unilever Indonesia ikut mendorong pertumbuhan UMKM di tengah pandemi. Unilever Indonesia Unilever Indonesia ikut mendorong pertumbuhan UMKM di tengah pandemi.

Suntikan semangat untuk UMKM

Melalui semangat #MariBerbagiPeran, Unilever Indonesia turut berkontribusi dalam memberikan suntikan semangat kepada para pelaku UMKM agar kembali bangkit di tengah pandemi dan berkontribusi menuju Indonesia maju.

“Kami terus fokus pada komitmen untuk selalu bersama Indonesia. Tidak hanya dalam kemudahan, tapi juga dalam mengatasi tantangan,” kata Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Hemant Bakshi dalam keterangan tertulis.

Komitmen tersebut diwujudkan Unilever Indonesia melalui dukungan senilai Rp 200 miliar untuk penanganan pandemi di Indonesia. Dukungan ini telah dan akan direalisasikan secara bertahap dalam berbagai bentuk, baik secara independen maupun melalui berbagai kemitraan.

Salah satu bentuk dukungan nyata yang diberikan, yakni melalui inisiatif #UnileverUntukIndonesia yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari UKM Nasional, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Rayakan Kemerdekaan, Unilever Indonesia Konsisten Gotong Royong Tangani Pandemi

Melalui inisiatif itu, Unilever Indonesia memberikan bantuan senilai Rp 40 miliar kepada 147.000 pedagang warung.

Apalagi, angka penularan Covid-19 masih tinggi di beberapa daerah, khususnya pada tempat-tempat berkumpulnya banyak orang seperti pasar.

Untuk mendukung kesehatan dan keselamatan mereka, perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) tersebut mendonasikan pelindung wajah, masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan Lifebuoy, serta Wipol Karbol kepada 147.000 pedagang warung.

Dalam kampanye #UnileverUntukIndonesia, perusahaan tersebut juga terus mendorong agar pedagang warung tetap berjualan.

Caranya, yakni dengan menyumbangkan keuntungan dari hasil transaksi kepada 147.000 pedagang warung tersebut selama tiga bulan. Sumbangan ini diberikan dalam bentuk e-coupon untuk tambahan modal usaha.

Baca juga: 60 Persen Pelaku UMKM Disebut Belum Melek Digital

Tak hanya itu, agar para pedagang lebih maksimal dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, Unilever Indonesia membekali mereka dengan aplikasi Sahabat Warung. Aplikasi digital ini diluncurkan untuk memudahkan para mitra warung dalam proses pemesanan barang, komunikasi, serta memangkas rantai distribusi.

Dengan begitu, pedagang tetap bisa menjaga jarak saat memesan suplai barang. Usaha warung pun bisa terus berjalan karena suplai selalu terjaga.

Keseluruhan dukungan bagi para pedagang warung diberikan agar mereka tetap sehat, selamat, dan tetap berjualan demi keberlangsungan usaha.

Unilever Indonesia percaya, bisnis harus berjalan berlandaskan tujuan mulia (purpose led) dan relevan dengan masa depan (future fit). Hal ini sesuai dengan visi perusahaan untuk tumbuh bersama-sama dengan semua bagian dari ekosistemnya.

Baca juga: UMKM Bisa Dapat Bantuan Modal Kerja dari Unilever, Ini Syaratnya

Kampanye #UnileverUntukIndonesia melanjutkan berbagai inisiatif pemberdayaan UMKM yang dijalankan perusahaan tersebut di bawah payung “Selling with Purpose”. Ini merupakan sebuah program berkelanjutan yang didasari kepercayaan bahwa kesuksesan perusahaan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra UMKM.

Selama UMKM mampu bangkit dan berdaya, maka roda perekonomian akan terus berputar menyongsong kemajuan bangsa.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
Sejumlah Upaya Kemenaker Tingkatkan Perlindungan bagi Pekerja Perempuan

Sejumlah Upaya Kemenaker Tingkatkan Perlindungan bagi Pekerja Perempuan

Rilis
Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Menko Airlangga: Lebih Tinggi dari Negara Sekitar

Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Menko Airlangga: Lebih Tinggi dari Negara Sekitar

Whats New
Laporkan Alfamart Terkait Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Pelapor

Laporkan Alfamart Terkait Dugaan Penipuan, Ini Penjelasan Pelapor

Whats New
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen, Wamen BUMN: Kita Telah Masuk Fase Pemulihan Ekonomi

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 7,07 Persen, Wamen BUMN: Kita Telah Masuk Fase Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penawaran: Pengertian, Hukum, dan Faktor yang Mempengaruhi

Penawaran: Pengertian, Hukum, dan Faktor yang Mempengaruhi

Whats New
Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi dari Jepang dan Korsel

Menko Airlangga Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Tinggi dari Jepang dan Korsel

Whats New
Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Sri Mulyani: Strategi dan Arah Pemulihan Sudah Benar

Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen, Sri Mulyani: Strategi dan Arah Pemulihan Sudah Benar

Whats New
Kurangi Ketergantungan Dollar AS, BI dan Jepang Perkuat Penggunaan Rupiah-Yen

Kurangi Ketergantungan Dollar AS, BI dan Jepang Perkuat Penggunaan Rupiah-Yen

Whats New
Luncurkan 2 SPKLU,  Dirut Pertamina: Masyarakat Bisa Isi Daya Kendaraan Listrik Gratis

Luncurkan 2 SPKLU, Dirut Pertamina: Masyarakat Bisa Isi Daya Kendaraan Listrik Gratis

Whats New
Pendapatan Transaksi Pasar Modal pada 9 Agustus 2021 Disumbang Untuk Penanggulangan Covid-19

Pendapatan Transaksi Pasar Modal pada 9 Agustus 2021 Disumbang Untuk Penanggulangan Covid-19

Whats New
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Positif 7 Persen Sesuai Prediksi

Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Positif 7 Persen Sesuai Prediksi

Whats New
komentar di artikel lainnya