Mengenal Fitur GoGreener Carbon Offset

Kompas.com - 14/09/2020, 16:11 WIB
Layanan GoCar di aplikasi GoJek. KOMPAS.com/Bill ClintenLayanan GoCar di aplikasi GoJek.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gojek bersama dengan Jejak.in meluncurkan fitur GoGreener Carbon Offset. Fitur ini disebut memberikan kemudahan bagi para pengguna Gojek untuk berpartisipasi menjaga kelestarian alam, khususnya untuk mengurangi gas karbon yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari.

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan, kehadiran GoGreener Carbon Offset bisa memudahkan masyarakat khususnya para pengguna Gojek untuk ikut menjaga kelestarian alam dengan cara melakukan penanaman pohon.

"Kami ingin mengajak seluruh pengguna kami untuk menyerap jejak karbon yang dihasilkan baik itu dari konsumsi penggunaan listrik, kendaraan bermotor dan banyak lainnya. Inovasi ini memudahkan mereka bila ingin berkontribusi dengan menanam pohon di tempat wilayah yang sudah kami sediakan," ujarnya saat jumpa pers virtual, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca juga: Pengetatan PSBB Mulai Berlaku, Simak Syarat Pengguna Transportasi di Jakarta

Untuk memotivasi para pengguna Gojek dalam menggunakan fitur ini, Gojek akan menggandakan jumlah pohon yang ditanam pengguna pada 6 bulan pertama sejak peluncuran.

Selain itu, Kevin menyebutkan layanan ini akan disediakan melalui shuffle card GoGreener Carbon Offset pada aplikasi Gojek.

Untuk memastikan transparansi, pengguna dapat mengakses dashboard yang tautannya dapat ditemukan di fitur GoGreener Carbon Offset untuk memantau foto dan pertumbuhan pohon, serta data lainnya seperti diameter dan tinggi pohon.

"Jadi dengan adanya layanan ini kita tahu seberapa banyak gas karbon yang kita hasilkan, nanti ada hitungannya. Lalu setelah dihitung akan keluar hasil seberapa banyak pohon yang harus ditanam untuk mengurangi dampaknya dan pohon tersebut pun bisa kita pilih untuk ditanam," ucapnya.

Baca juga: PSBB, Bank Permata Tutup Sementara 109 Kantor Cabang

Kevin menambahkan untuk menjaga dan membantu proses penanaman, pemantauan, dan pelaporan pertumbuhan pohon, pihaknya akan dibantu oleh mitra konservasi GoGreener Carbon Offset, yaitu Lindungi Hutan yang juga dibantu oleh para petani lokal.

Sementara itu CEO & Founder Jejak.in Arfan Arlanda mengaku senang dengan adanya kolaborasi ini. Terlebih lagi target dari adanya kolaborasi ini untuk mengajak lebih banyak pengguna untuk peduli lagi dengan lingkungan.

"Kami bangga bisa bekerja sama dengan Gojek dan menyatukan keahlian kami serta misi kami untuk memperkuat ekosistem untuk mendorong para pengguna menerapkan gaya hidup yang positif," katanya.

Dia berharap dengan adanya inovasi ini bisa membuat lebih banyak masyarakat yang berpartisipasi sehingga bisa mengimbangi jejak karbon yang dihasilkan.

Pada fase pertama, Gojek akan menanam pohon jenis bakau (mangrove) di Kawasan Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk, DKI Jakarta, Konservasi Mangrove Pesisir Bedono, Demak, Jawa Tengah dan Konservasi Laskar Taman Nasional Mangrove Park Bontang, Kalimantan Timur.

Untuk memastikan keberlanjutan, pengembangan fitur pada fase selanjutnya akan menambahkan opsi lokasi, juga bentuk penyerapan karbon lainnya seperti adopsi pohon.

Baca juga: DPR dan Mentan Debat Panas soal Food Estate di Kalteng, Mengapa?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Gelontorkan Rp 500 Miliar, JBio Bangun Pabrik Biofarmasi dan Vaksin Modern

Whats New
Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Begini Cara Pesan Vaksin Covid-19 secara Mandiri

Whats New
Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Menimbang Untung Rugi Indonesia dalam Perjanjian Perdagangan Asean

Whats New
Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Ekonomi Digital Tumbuh di Tengah Pandemi, Kini Asia Tenggara Punya 12 Startup Unicorn

Whats New
Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Ini Pinjol yang Terdaftar dan Berizin di OJK Per November 2020

Whats New
ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

ADB Beri Pinjaman Rp 8,46 Triliun ke PLN

Whats New
Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Erick Thohir Beberkan Alasan Pemerintah Tidak Pilih Vaksin Covid-19 Pfizher dan Moderna

Whats New
Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Antisipasi Wabah DBD selama Pandemi, Enesis Grup Berikan Bantuan untuk Masyarakat Jawa Barat

Rilis
Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Survei Kemnaker: 88 Persen Perusahaan Terdampak Pandemi Covid-19

Whats New
Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Bantu Pulihkan Ekonomi, PGN Salurkan Gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek

Whats New
Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Erick Thohir Sebut Ada Kelompok Masyarakat yang Menolak Divaksin Covid-19

Whats New
Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Erick Thohir: UU Cipta Kerja Lahir untuk Dobrak Stagnasi Perekonomian RI

Whats New
Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Saat Pandemi, Suntikan Dana ke Sektor Digital RI Capai 2,8 Miliar Dollar AS

Whats New
Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Erick Thohir: 2,56 Juta Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Covid-19

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun Hasil Lelang Sukuk Negara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X