The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan

Kompas.com - 17/09/2020, 07:05 WIB
Bank federal AS, Federal Reserve Bank of New York. SHUTTERSTOCKBank federal AS, Federal Reserve Bank of New York.

NEW YORK, KOMPAS.com – Dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC /Federal Open Market Committee) Rabu (16/9/2020) The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di nol persen hingga 0,25 persen hingga kondisi ekonomi stabil kembali.

“Komite mempertahankan kisaran target ini sampai kondisi pasar tenaga kerja mencapai tingkat yang konsisten dan inflasi mengalami peningkatan hingga 2 persen atau lebih dalam beberapa waktu,” kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Powell juga mengatakan, target inflasi ditargetkan berada pada level diatas 2 persen untuk menjaga rata-rata inflasi secara jangka panjang. Federal Reserve juga akan meningkatkan kepemilikan asset nerupa sekuritas Treasury dan sekuritas berbasis hipotek lembaga.

Baca juga: LPS Pertahankan Suku Bunga Penjaminan

Peningkatan kepemilikan asset dilakukan untuk mempertahankan fungsi pasar yang lancar dan membantu mendorong kondisi keuangan yang akomodatif. Dengan kebijakan ini, diharapkan dapat mendukung aliran kredit ke rumah tangga dan bisnis.

“Komite akan mempertahankan sikap akomodatif dari kebijakan moneter sampai hasil tersebut tercapai,” jelas dia.

Fed juga akan terus memantau implikasi informasi yang masuk terhadap prospek ekonomi dan akan menyesuaikan sikap kebijakan moneter yang sesuai pabila ada potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan.

“Penilaian Komite akan mempertimbangkan berbagai informasi, termasuk aspek kesehatan masyarakat, kondisi pasar tenaga kerja, tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan dan internasional,” tegas dia.

Baca juga: The Fed: Banyak Pekerja yang Kena PHK Enggan untuk Bekerja Lagi

Di sisi lain, jalur ekonomi akan sangat bergantung pada penyebaran virus Covid-19. Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani kegiatan ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah.

“Fed tetap berkomitmen untuk menggunakan berbagai alatnya dalam mendukung ekonomi di AS yakni dengan mempromosikan lapangan kerja maksimum dan tujuan stabilitas harga,” tegas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X