Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Diproyeksi Minus 2 Persen, Ini Sebabnya

Kompas.com - 17/09/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi ekonomi dan pertumbuhan. TOTO SIHONOIlustrasi ekonomi dan pertumbuhan.

Di sisi lain, hal yang juga perlu diperhatikan adalah kinerja neraca dagang. Walaupun suprlus pada Agustus 2020 sebesar 2,3 miliar dollar AS, namun itu terdorong anjloknya impor sebesar 24,19 persen menjadi 10,74 miliar dollar AS.

Iskandar bilang, impor yang rendah terjadi juga pada barang modal yang merupakan salah satu indikator mencerminkan pertumbuhan investasi langsung di Indonesia.

Artinya, jika impor barang modal rendah maka investasi pun rendah, yang dapat memiliki dampak berlapis bagi ekonomi dalam negeri.

"Salah satu perhatian kita impor barang modal masih rendah, ini kan komponen investasi. Kalau enggak ada pabrik baru, ini tercermin dari impora barang modalnya, berarti kedepan pun produksi lebih kecil, dan ini bisa berdampak ke multiplier effect," pungkas Iskandar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X