Pemerintah Revisi Proyeksi Ekonomi 2020 Jadi Minus 1,7 Persen

Kompas.com - 22/09/2020, 13:51 WIB
Ilustrasi Indonesia SHUTTERSTOCKIlustrasi Indonesia
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun akan berada di kisaran minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

Proyeksi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan sebelumnya, yakni di kisaran minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

"Kementerian Keuangan merevisi forecast untuk September, sebelumnya untuk tahun ini minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen. Forecast terbaru September untuk 2020 di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Selasa (22/9/2020).

Baca juga: Jokowi Minta Penyelasaiannya Dipercepat, Apa Kabar Pelabuhan Patimban?

Dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif di akhir tahun, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi juga bakal negatif pada kuartal III dan IV.

Sebelumnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu selalu optimistis pada kuartal IV perekonomian masih bisa tumbuh positif. Meski, pemerintah masih mengupayakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV mendatang bisa mendekati 0.

"Ini artinya negatif teritori kemungkinan akan terjadi pada kuartal III dan juga masih akan berlangsung kuartal IV, yang kami upayakan untuk bisa dekati 0 atau positif," kata dia.

Adapun untuk tahun depan, perempuan yang kerap disapa Ani itu menjelaskan pemerintah masih menggunakan proyeksi yang terdapat di dalam asumsi RUU APBN 2021, yakni pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen. Adapun titik tengah yang akan digunakan dalam proyeksi tersebut yakni sebesar 5 persen.

Baca juga: Hingga Akhir Agustus, Defisit APBN Capai Rp 500,5 Triliun

Lembaga-lembaga ekonomi dunia pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tak jauh dari yang telah diproyeksikan pemerintah pada tahun 2021 mendatang.

OECD memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh di kisaran 5,3 persen tahun depan. ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kisaran yang sama dengan perkiraan ADB.

Adapun Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada median 5,4 persen. Sementara IMF dan Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masing-masing sebesar 5,1 persen dan 4,8 persen.

"Semua forecast tersebut tergantung pada perkembangan kasus Covid-19 dan bagaimana ini mempengaruhi aktivitas ekonomi," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9 Persen, Siap-siap Resesi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Layanan KRL dan KA Lokal Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran, Simak Perubahannya

Layanan KRL dan KA Lokal Tetap Beroperasi Saat Libur Lebaran, Simak Perubahannya

Whats New
Bakal Merugi, Pengusaha Tolak Kebijakan Tutup Mal Selama Lebaran

Bakal Merugi, Pengusaha Tolak Kebijakan Tutup Mal Selama Lebaran

Whats New
Sarinah Go Global, Produk UMKM Bakal Mengisi 100 Gerai Bebas Bea

Sarinah Go Global, Produk UMKM Bakal Mengisi 100 Gerai Bebas Bea

Whats New
KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia Yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

KKP Mulai Penyidikan Dua Kapal Berbendera Malaysia Yang Diduga Lakukan Ilegal Fishing di Selat Malaka

Whats New
Daripada Tarif PPN Naik, Pemerintah Dianggap Lebih Baik Naikkan Cukai Alkohol dan Rokok

Daripada Tarif PPN Naik, Pemerintah Dianggap Lebih Baik Naikkan Cukai Alkohol dan Rokok

Whats New
Sandiaga Uno Minta Pengelola Mall dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Sandiaga Uno Minta Pengelola Mall dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Whats New
Ekonom Perkirakan Dampak Kenaikan PPN Bisa Dorong Inflasi Jadi 3-4 Persen

Ekonom Perkirakan Dampak Kenaikan PPN Bisa Dorong Inflasi Jadi 3-4 Persen

Whats New
462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek via Tol pada 6-12 Mei 2021

462.560 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek via Tol pada 6-12 Mei 2021

Whats New
PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Whats New
Ada Larangan Mudik, Omzet Penjualan di Rest Area Turun hingga 95 Persen

Ada Larangan Mudik, Omzet Penjualan di Rest Area Turun hingga 95 Persen

Whats New
Mudik Dilarang, Pusat Perbelanjaan Diramal Padat Pengunjung pada H+1 Lebaran

Mudik Dilarang, Pusat Perbelanjaan Diramal Padat Pengunjung pada H+1 Lebaran

Whats New
Kliring Berjangka Buka Lowongan untuk S1 Berbagai Jurusan, Ini Posisi yang Ditawarkan

Kliring Berjangka Buka Lowongan untuk S1 Berbagai Jurusan, Ini Posisi yang Ditawarkan

Whats New
Data IHSG Sepekan, Naik atau Turun?

Data IHSG Sepekan, Naik atau Turun?

Earn Smart
Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun

Manfaatkan Irigasi Perpompaan, Petani di Gowa Panen 3 Kali dalam Setahun

Rilis
Helikopter Polisi Dikerahkan Angkut Material Listrik

Helikopter Polisi Dikerahkan Angkut Material Listrik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X