Pemerintah Bakal Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Secara Bulanan

Kompas.com - 23/09/2020, 19:01 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menjamin pembayaran insentif tenaga kesehatan dalam tiga bulan ke depan bakal dilakukan setiap bulan.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Raden Pardede mengatakan, dengan demikian maka akan terjadi perceparan penyerapan anggaran di akhir tahun.

Untuk diketahui pemerintah menargetkan hingga akhir tahun, serapan anggaran kesehatan bakal mencapai Rp 84,02 triliun atau 96 persen dari pagu anggaran yang sebesar Rp 87,55 triliun.

"Insentif tenaga kesehatan akan diperlancar, yang sebelumnya tiga bulan, ke depan diusahakan sekali sebulan," jelas Raden ketika memberikan keterangan dalam video conference, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Insentif Kartu Prakerja Digunakan untuk Bayar Listrik hingga Cicilan Motor

"Jadi cukup lancar, tingkat penyerapan anggaran kesehatan akan meningkat signifikan," tambah dia.

Raden memaparkan, serapan anggaran kesehatan memang masih cukup rendah. Per 16 September, anggaran kesehatan yang sudah terealisasi baru Rp 18,45 triliun atau 21,07 persen dari pagu yang dianggarkan.

Menurut dia, rendahnya serapan anggaran kesehatan disebabkan oleh pembayaran beberapa program yang memang dilakukan sekali dalam tiga bulanan.

Percepatan realisasi anggaran pun bakal mulai dilakukan pada Oktober mendatang.

"Perkiraan sekarang ini penyerapan anggaran kesehatan 96 persen. Jadi hampir 84 triliun. Meskipun memang sekarang masih Rp 18,45 triliun akan terjadi percepatan," ujar dia.

Menurut Raden, selain pembayaran insentif realisasi anggaran kesehatan salah satunya bakal dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada terutama delapan daerah yang paling terdampak atau masuk ke dalam kategori zona merah.

"Bahwa perhatian ke 8 daerah ini dilakukan sekarang ini dan testing, tracing pengadaan dari tempat-tempat perawatan diprioritaskan sehingga mereka juga akan mengalami penurunan," ujar dia.

Baca juga: Menperin Usul Pajak Mobil Baru 0 Persen, Sri Mulyani: Sudah Banyak Insentif Perpajakan...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X