Gappmi Prediksi Industri Makanan dan Minuman Bakal Tumbuh 7 Persen pada 2021

Kompas.com - 25/09/2020, 17:13 WIB
Ilustrasi makanan dan minuman Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi makanan dan minuman Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman memprediksi industri makanan dan minuman (mamin) bakal tumbuh sebesar 5-7 persen pada tahun 2021.

"Meskipun jauh dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 8 persen," ujarnya saat diskusi webinar bersama MarkPlus, Jumat (25/9/2020).

Menurut dia, kinerja industri makanan dan minuman di tahun ini akan terpuruk lantaran adanya pandemi Covid-19. Apalagi, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 mengalami kontraksi atau minus sebesar 5,32 persen.

Baca juga: Industri Manufaktur Kencangkan "Ikat Pinggang" Sambut PSBB Jakarta

Pihaknya pun mencatat, sejak adanya pandemi pada April hingga Mei lalu, industri mamin mengalami penurunan produksi sebesar 30 hingga 40 persen.

Oleh karena itu, dia berharap dan optimistis industri mamin bisa kembali meningkat pada tahun 2021. "Kalau kita lihat, saya optimistis ekonomi 2021 pasti akan membaik, begitu pun dengan industri mamin, semoga di tahun depan bisa kembali membaik," ucapnya.

Selain itu, Adhi juga berharap untuk konsumsi, purchasing power untuk middle low income atau penduduk kelas bawah, juga bisa meningkat seiring dengan adanya berbagai bantuan dari pemerintah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk kelas menengah ke atas atau middle up, kata dia, sebenarnya bukan karena tidak memiliki uang untuk berbelanja. Hanya saja, masih memiliki rasa takut untuk keluar rumah dan berbelanja.

Baca juga: PSBB Jakarta, Bagaimana Panduan Operasional Industri?

Oleh sebab itu, dia berharap ketika situasi sudah mulai normal, masyarakat yang berasal dari kelas menengah ke atas bisa kembali berbelanja agar bisa memberikan dampak yang positif pada industri mamin, khususnya pada ekonomi nasional.

"Tentunya semua ini akan kita capai kalau adanya konsistensi dari pemerintah untuk program pemulihan ekonomi nasional terus dilakukan dengan konsisten, dan tidak hanya tahun ini, tapi tahun depan bahkan diharapkan sampai tahun 2021, sampai normal," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

[POPULER MONEY] Daftar Gaji UMR Tertinggi | Instansi yang Buka Formasi CPNS untuk Lulusan SMA

Whats New
Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Hindari Burnout, Bumble Izinkan Karyawannya Libur Sepekan Penuh

Whats New
Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Tindakan China Makin Keras, Harga Bitcoin Anjlok ke Bawah 30.000 Dollar AS

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

[KURASI KOMPASIANA] Pengalaman Vaksinasi Covid-19 | Hikmah Jalani Isoman 2 Minggu | Mood yang Sering Naik-Turun

Rilis
Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Ini Saham-saham yang Paling Terdampak Jika Ekonomi Kembali Lesu

Whats New
Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Geser Raffi Ahmad, Deddy Corbuzier Menjadi Youtuber Paling Kaya di Indonesia

Whats New
Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Dukung Sektor Pariwisata, Kemenaker Kembangkan Kejuruan Spa Therapist

Rilis
Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Kata Antam Terkait Tudingan Impor Emas Rp 47 Triliun

Whats New
Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Gandeng Swasta, Pemerintah Vaksinasi 1.400 Warga kolaka

Rilis
Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Hari Ini, Lelang 7 SUN Tembus Rp 69,95 Triliun

Whats New
Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Work From Destination, Sandiaga Uno Mulai Bekerja dari Borobudur

Whats New
Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Sandiaga Uno Usulkan Pariwisata Berbasis Vaksin di Bali

Whats New
Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Ini 7 Cara efektif Melunasi Utang

Whats New
[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

[TREN DIARY KOMPASIANA] Cara Efektif Membersihkan Karpet | Alasan Gagal Sebelum Sukses | Nessa dan Koleksi Merchandise BTS

Rilis
Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Perkuat Advokasi ASN, Kemenhub Susun Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X