Donald Trump Positif Covid-19, RI Dinilai Bakal Kena Imbas

Kompas.com - 02/10/2020, 21:00 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual menilai, Indonesia akan terkena imbas usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Indonesia dinilai akan kena imbas lantaran muncul sentimen negatif di bursa saham berjangka Negeri Paman Sam usai pengumuman Trump tersebut.

"Trump kena Covid-19, pasar finansial (futures) jatuh 500 poin. Itu pasti ada konsekuensinya (ke Indonesia)," ujar David ketika memberikan keterangan dalam Dialogue KiTa, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Trump Positif Covid-19, Harga Minyak Turun, Yen dan Dollar AS Melonjak

David menjelaskan, hingga saat ini data ekonomi Indonesia belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Di sisi lain, kondisi perekonomian Indonesia sangat terpengaruh pada harga komoditas. Sementara saat ini, harga komoditas di pasar global masih sangat tidak pasti.

Fluktuasi harga komoditas ini dipengaruhi oleh perang dagang AS-China.

"Kondisi politik AS dan pasar modal ada pengaruh pasti. Kedua trade war persoalan juga, karena ini menyebabkan angka perdagangan global terus menurun. Jadi harga komoditas berpengaruh juga," kata dia.

Hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup negatif pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (2/10/2020). Melansir data RTI, IHSG ditutup pada level 4.926,73 atau turun 43,36 poin (0,87 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 4.970,09.

Baca juga: Ultah ke-75, KAI Ubah Logo Perusahaannya

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS jugamelemah. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 14.864 per dollar AS, melemah 30 poin atau 0,2 persen dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.834 per dollar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelemahan rupiah terdorong oleh sentimen ekternal pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengkonfirmasi dirinya positif corona melalui cuitan di Twitter.

Untuk diketahui, Trump baru saja mengumumkan bahwa dia dan istrinya, Melania Trump, terdeteksi positif Covid-19. Kabar Donald Trump positif corona tersebut disampaikan lewat akun Twitter pribadi Trump @realDonaldTrump.

"Malam ini, @FLOTUS (akun Twitter Melania Trump) dan saya diketahui Postif Covid-19 (corona). Kami akan segera memulai karantina dan proses pemulihan. Kami akan melalui ini bersama-sama!" kicau Trump.

Baca juga: Trump Positif Covid-19, Harga Minyak Turun, Yen dan Dollar AS Melonjak



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X