UU Cipta Kerja Disahkan, Pengusaha Sebut Bakal Kerek Daya Saing Indonesia

Kompas.com - 05/10/2020, 21:18 WIB
Sejumlah anggota DPR fraksi Partai Demokrat meninggalkan ruang sidang (walk out) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dalam rapat paripurna tersebut RUU Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ASejumlah anggota DPR fraksi Partai Demokrat meninggalkan ruang sidang (walk out) saat pembahasan tingkat II RUU Cipta Kerja pada Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020). Dalam rapat paripurna tersebut RUU Cipta Kerja disahkan menjadi Undang-Undang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha meyakini pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) menjadi Undang-Undang dapat mengerek daya saing Indonesia. Khususnya dalam hal tenaga kerja.

"Sebab, apabila RUU Cipta Kerja tidak dilakukan maka daya saing pencari kerja kita relatif rendah dibanding negara lain," ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani kepada Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan, jika daya saing rendah maka akan membuat investasi pindah ke negara lain yang lebih kompetitif. Ini akan sejalan dengan penciptaan lapangan kerja yang juga beralih ke negara lain, bukan ke Indonesia.

Baca juga: Di UU Cipta Kerja Pegawai yang Kena PHK Dapat Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Apa Itu?

"Maka penduduk yang tidak atau belum bekerja akan semakin tinggi, yang akhirnya Indonesia akan terjebak dalam middle income trap," kata dia.

Shinta menilai UU Cipta Kerja dapat memperbaiki iklim investasi. Sebab beleid tersebut mampu menjawab permasalahan yang selama ini menjadi kendala di dunia usaha, utamanya terkait aturan dan perizinan yang tumpang tindih.

Dengan demikian, dapat meningkatkan investasi sehingga mendorong terciptanya lapangan pekerjaan, yang pada akhirnya mengerek perekonomian nasional. Terlebih di tengah kondisi pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X