Anak Usaha Barito Pacific Terbitkan "Green Bond" 1,1 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 15/10/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi energi terbarukan SHUTTERSTOCKIlustrasi energi terbarukan

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), yakni Star Energy Geothermal Salak, Ltd dan Star Energy Geothermal Darajat II Ltd menerbitkan obligasi hijau atau green bond senilai 1,11 miliar dollar AS.

Obligasi ini terdiri dari dua seri, yaitu pertama, senilai 320 juta dollar AS dengan kupon 3,25 persen berjangka waktu 8,5 tahun yang akan jatuh tempo pada April 2029.

Kedua, obligasi senilai 790 juta dollar AS dengan kupon 4,85 persen berjangka waktu 18 tahun yang akan jatuh tempo pada Oktober 2038.

Baca juga: Potensi Pasar Green Bond di Indonesia Capai 274 Miliar Dollar AS

Obligasi tersebut terdaftar di Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Rudy Suparman, Wakil Presiden Direktur Barito Pacific menyatakan, di tengah pandemi Covid-19, Star Energy sukses menerbitkan green bond dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,5 kali.

Green bond Star Energy ini mendapat peringkat Baa3 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch, dengan outlook
stabil.

Adapun dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini akan digunakan terutama untuk pembayaran kembali (repayment) pinjaman yang ada, biaya yang terkait dengan repayment tersebut, pendanaan DSRA dan MMRA dan kebutuhan perusahaan lainnnya yang berkaitan dengan operasi panas bumi Salak dan Darajat.

Baca juga: IFC Investasi Green Bond Sebesar 150 Juta Dollar AS ke OCBC

“Barito Pacific terus merintis jalan dan mengembangkan bisnis di sektor energi yang berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki cadangan energi panas bumi terbesar," kata Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Menurut dia, keberhasilan penerbitan green bond ini menunjukkan besarnya minat investor terhadap ESG atau investasi hijau, serta tingginya kepercayaan investor pada upaya Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau.

"Green bond ini semakin memperkuat fondasi keuangan Star Energy dan kemampuan perusahaan untuk ekspansi di masa mendatang pada sektor ini. Selain itu, hal ini juga membuka kemampuan Star Energy untuk memberikan dividen yang lebih stabil kepada pemegang sahamnya," jelas Rudy.

Menurut Rudy, Barito Pacific akan terus mendorong investasi dalam teknologi yang membantu mengurangi emisi karbon, meningkatkan energi berkelanjutan, dan mempromosikan ekonomi sirkuler di Indonesia.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Gaji Rp 5 Juta, Sebaiknya Ngontrak atau Cicil Rumah?

Spend Smart
Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Wika dan CNI Bangun Pabrik Nikel di Kolaka

Whats New
Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Pengusaha Sebut Hanya 3 Persen Pekerja yang Bekerja di Perusahaan Besar

Whats New
Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Nadine Chandrawinata: Selain Plastik, Sampah Puntung Rokok Juga Banyak Ditemukan di Laut

Whats New
Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Pengusaha Ingin Buruh Tak Sekadar Demo, tapi Berdialog untuk Menyelesaikan Masalah

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

[POPULER DI KOMPASIANA] Menyiapkan Guru Masa Depan | Siap-siap 5G | 7 Kesalahan dalam Bisnis

Rilis
Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Luhut: Saya Enggak Mau Lama-lama, Kerjaan Saya Banyak

Whats New
Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Menaker Akui Iklim Terciptanya Lapangan Kerja Baru Masih Belum Bersahabat

Whats New
779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

779 Warga Kota Serang Dapat Kompensasi Tumpahan Minyak dari Pertamina

Whats New
7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

7 Posisi Menteri yang Pernah Dijabat Luhut, Apa Saja?

Whats New
Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Menaker Sebut Nilai Upah Minimum RI Tak Sepadan dengan Produktivitas Pekerja yang Rendah

Whats New
Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Ini 7 Kiat Sukses Calon Pemimpin ala Gubernur BI

Rilis
KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

KKP Bantu Permodalan Pembudi Daya Rumput Laut di Sulsel

Whats New
Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Kemenkeu Beri Pinjaman Rp 650 Miliar ke Perumnas untuk Penyediaan Satu Juta Rumah

Whats New
Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Pulihkan Ekonomi, Mendag Dorong Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia-Thailand

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X