BPS: Oktober Inflasi, tapi Daya Beli Masyarakat Belum Pulih

Kompas.com - 02/11/2020, 15:27 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Kantor BPS, Senin (2/9/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYAKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Kantor BPS, Senin (2/9/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan daya beli masyarakat masih belum pulih meski pada Oktober 2020 mulai terjadi inflasi sebesar 0,07 persen. Sebelumnya, selama tiga bulan berturut-turut terjadi deflasi. Terakhir pada September lalu, BPS mencatatkan deflasi terjadi sebesar minus 0,05 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, meski terjadi inflasi komponen inflasi inti pada Oktober 2020 menunjukkan kecenderungan menurun. Inflasi inti pada Oktober 2020 sebesar 0,04 persen sementara bulan sebelumnya yakni 0,13 persen. Sementara pada dua bulan sebelumnya, yakni di Juli, inflasi inti tercatat sebesar 0,16 persen lalu naik pada Agustus sebesar 0,29 persen.

"Jadi dari angka ini kami tidak bisa memiliah menurut klasifikasi masyarakat, tapi secara umum inflasi inti menunjukkan daya beli memang belum pulih," ujar Suhariyanto ketika memberi penjelasan dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Startup Ingin Dapat Pendanaan dari Modal ventura? Perhatikan 4 Hal Ini

Inflasi inti merupakan komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) di dalam pergerakan inflasi.

Komponen inflasi inti dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti interaksi permintaan-penawaran, lingkungan eksternal seperti nilai tukar, harga komoditas internasional, inflasi mitra dagang, serta ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen.

Suhariyanto pun menjelaskan, terjadi perbedaan daya beli masyarakat kelas menengah atas dan menengah bawah. Menurut dia, 40 persen masyarakat yang berada dalan kelas menengah ke bawah yang tren daya belinya menunjukkan penurunan. Hal itu diakibatkan oleh banyaknya pekerja yang dirumahkan serta terjadi penurunan tingkat upah.

Selain itu, masyarakat kelas menengah atas memiliki kecenderungan untuk menahan konsumsi.

"Nanti akan lebih kelihatan pada waktu rilis PDB kuartal III Kamis nanti. Kalau kita lihat biasanya inflasi inti digunakan indiaktor daya beli dan memang inflasi inti menunjukkan kecenderungan (turun)," ujar dia.

Baca juga: Pentingnya Perlindungan Konsumen untuk Dorong Perekonomian



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X