Menteri ESDM Minta Dirjen EBTKE Baru Genjot Bauran Energi Baru Terbarukan Hingga 23 Persen

Kompas.com - 06/11/2020, 15:10 WIB
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) offshore ShutterstockIlustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) offshore

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif resmi menunjuk Dadan Kusdiana sebagai Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) per hari ini, Jumat (6/11/2020).

Dadan dilantik menggantikan posisi FX Sutijastoto yang telah memasuki masa purnabakti.

Arifin mengharapkan Dadan mampu menjawab tantangan dalam mempercepat proses pemulihan perekonomian pascapandemi Covid-19 melalui ekonomi ramah lingkungan atau green economy.

Baca juga: PLN Akan Ubah 5.200 PLTD Jadi Pembangkit Listrik EBT

Salah satu langkah yang bisa ditempuh melalui peningkatan porsi bauran EBT pada bauran energi nasional menjadi 23 persen pada 2025.

"Saat ini realisasi bauran EBT masih di bawah 10 persen,” ujarnya dalam sambutan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Jumat.

Program lain yang disoroti Arifin adala penghematan energi serta kegiatan eksplorasi panas bumi yang harus dilakukan secara masif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kurun waktu dua tahun (2022 - 2024), Kementerian ESDM menargetkan rencana pengembangan 20 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) sebesar 683 Mega Watt (MW).

Hal lain yang menjadi pekerjaan rumah Dirjen EBTKE, menurut Arifin adalah mengembangkan pembangkit listrik EBT yang berasal dari air, bioenergi (sampah kota), bayu, dan surya.

Baca juga: Bahan Bakar Fosil Masih Dominan, Apakah Target EBT 23 Persen Tahun 2025 Akan Tercapai?

"Saat ini pengembangan pembangkit EBT baru mencapai 10,44 Giga Watt (GW)," kata Arifin.

Terakhir, Arifin meminta Dadan untuk mempercepat penyusunan rancangan Peraturan Presiden yang mengatur tentang pembelian tenaga listrik berbasis EBT dengan harga yang kompetitif.

"Artinya dapat menjadi daya tarik investor dalam pembangunan EBT," ucap Arifin.

Sebagai informasi, Dadan Kusdiana sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama dan Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.