Efek Biden, IHSG dan Rupiah Terus Melaju

Kompas.com - 09/11/2020, 09:34 WIB
Ilustrasi rupiah iStockphoto/danikancilIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pagi ini berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (9/11/2020). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat di pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 5.373,89 atau naik 38,36 poin (0,72 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.335,52.

Sebanyak 227 saham melaju di zona hijau dan 72 saham di zona merah. Sedangkan 147 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,18 triliun dengan volume 1,4 miliar saham.

Baca juga: Pilpres AS Bikin Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.200 Per Dollar AS

Bursa Asia pagi ini positif, dengan kenaikan indeks Nikkei 2,09 persen, indeks Hang Seng Hong Kong 1,38 persen, indeks Strait Times 1,4 persen, dan indeks Shanghai Komposit 1,17 persen,.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, Biden Effect masih mendominasi untuk pergerakan IHSG hari ini. Selain itu, membaiknya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2020 juga mendorong IHSG bisa bergerak positif.

“Sentimen dari menangnya Joe Biden pada pemilu AS dan mulai membaiknya GDP Indonesia pada kuartal III berpotensi mendorong IHSG bergerak uptrend,” kata Hendriko kepada Kompas.com.

Nilai tukar rupiah

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi menguat 45 poin. Melansir Bloomberg, pada pukul 09.18 WIB rupiah berada pada level Rp 14.165 per dollar AS atau naik 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah pagi ini terdorong sentimen Biden Effect yang disambut positif oleh pasar, sehingga asset berisiko kembali dilirik investor.

“Kemenangan Biden terlihat disambut positif. Indeks saham Asia terlihat menguat, indeks dollar AS terlihat tertekan, dan nilai tukar emerging market terlihat menguat terhadap dollar AS,” kata Ariston.

Dia bilang, pasar berekspektasi kebijakan Biden akan lebih ramah terhadap negara-negara lainnya dibandingkan pendahulunya. Hal ini bisa membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di negara emerging market.

Ariston memproyeksikan rupiah berpotensi menguat dengan potensi ke area Rp 14.150 per dollar AS dengan resisten di level Rp 14.300 per dollar AS.

Baca juga: Efek Biden Bisa Jadi Pendongkrak IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X