Kemenangan Biden Bisa Jadi Momen Tepat untuk Investasi, Simak Rekomendasinya

Kompas.com - 10/11/2020, 05:45 WIB
Pemerintah Australia secara resmi mengirim surat undangan kepada Joe Biden, presiden terpilih Amerika Serikat, untuk berkunjung ke Australia tahun depan. REUTERS/JONATHAN ERNST via ABC INDONESIAPemerintah Australia secara resmi mengirim surat undangan kepada Joe Biden, presiden terpilih Amerika Serikat, untuk berkunjung ke Australia tahun depan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hiruk pikuk pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) sudah hampir usai. Berdasarkan perhitungan, pasangan Joe Biden dan Kamala Harris memperoleh jumlah electoral votes di atas persyaratan sehingga akan menjadi presiden dan wakil presiden AS ke-46.

Menurut Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi, saat ini bisa menjadi momen yang tepat untuk melakukan investasi. Pasalnya, dengan terpilihnya Joe Biden, akan membuka peluang tumbuhnya dunia investasi.

“Kebijakan Biden adalah meningkatkan pajak korporasi dari 21 persen menjadi 28 persen, hal ini tentunya akan membuat perusahaan AS ekspansi ke negara-negara berkembang. Indonesia dengan adanya omnibus law berpotensi memudahkan masuknya aliran dana investasi asing. Kemudian ketegangan perang dagang dipastikan akan menurun, sehingga menjadi positif dan kondusif bagi pelaku pasar dunia,” kata Reza seperti dikutip Kontan.co.id, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Ini Keuntungan Menempatkan Investasi Dana Pensiun di EBA

Jika memang hendak berinvestasi, Reza mengingatkan calon investor harus memperhatikan profil risiko diri sendiri. Setelah mengetahui profil risiko, lalu memastikan jangka waktu untuk investasi yang dilakukan.

Menurut dia, instrumen reksadana bisa jadi pilihan yang optimal, karena memiliki berbagai macam jenis yang mencakup seluruh profil risiko dan time horizon investasi nasabah.

Reksadana saham, reksadana campuran, dan reksadana pendapatan tetap merupakan produk yang akan memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito. Pasalnya, dengan recovery ekonomi di 2021, lalu kami yakin masih ada ruang untuk BI menurunkan suku bunga untuk menggenjot ekonomi, ditambah lagi dengan rupiah yang signifikan menguat,” tambah Reza.

Reza memberikan rekomendasinya untuk susunan portofolio yang ideal menurutnya. Bagi investor pemula bisa membagi portofolionya dengan reksadana saham 40 persen, reksadana pendapatan tetap 30 persen, lalu reksadana pasar uang 30 persen.

Ia juga memberi alternatif lain bagi investor, berupa uang tunai dan emas sebesar 40 persen, lalu properti 20 persen, reksadana 15 persen, obligasi 15 persen dan saham 10 persen. (Hikma Dirgantara)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Biden terpilih jadi presiden AS, simak rekomendasi portofolio investasi berikut



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN FILM KOMPASIANA] 'Raya and The Last Dragon' Kental Kultur Asia Tenggara | 'Shinbi's House' Animasi Hantu Lucu untuk Anak-Anak

[TREN FILM KOMPASIANA] "Raya and The Last Dragon" Kental Kultur Asia Tenggara | "Shinbi's House" Animasi Hantu Lucu untuk Anak-Anak

Rilis
Gandeng Ekosistem Digital, Bank Jago Bidik Pertumbuhan Kredit 7,5 Persen

Gandeng Ekosistem Digital, Bank Jago Bidik Pertumbuhan Kredit 7,5 Persen

Whats New
Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas

Alokasi Pupuk Bersubsidi Meningkat, Petani di Temanggung Diharapkan Bisa Tingkatkan Produktivitas

Rilis
Pelamar Sekolah Kedinasan Terkendala NIK dan KK yang Tak Sesuai, Ini yang Harus Dilakukan

Pelamar Sekolah Kedinasan Terkendala NIK dan KK yang Tak Sesuai, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sering Kena Ghosting Rekruter, Bisa Jadi Kamu Overqualified

[KURASI KOMPASIANA] Sering Kena Ghosting Rekruter, Bisa Jadi Kamu Overqualified

Rilis
Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilanjutkan Sampai Bandara Kertajati

Rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dilanjutkan Sampai Bandara Kertajati

Whats New
Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun di 2020

Terapkan Digitalisasi, Operasi Chevron Hemat Rp 1,4 Triliun di 2020

Whats New
THR 2021 Wajib Diayar Penuh, Ini Komentar Pengusaha

THR 2021 Wajib Diayar Penuh, Ini Komentar Pengusaha

Whats New
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah Satu Stasiun, Dipantau Ketat Luhut

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tambah Satu Stasiun, Dipantau Ketat Luhut

Whats New
IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

IHSG Cenderung Melemah Jelang Ramadhan, Ini Penjelasan Analis

Whats New
KPPU Denda Travel Circle International Ltd Rp 1 Miliar, Ini Penyebabnya

KPPU Denda Travel Circle International Ltd Rp 1 Miliar, Ini Penyebabnya

Whats New
Sandiaga Uno Siap Bantu Pengelolaan TMII, Akan Seperti Apa?

Sandiaga Uno Siap Bantu Pengelolaan TMII, Akan Seperti Apa?

Whats New
Mengenal Apa Itu LMKN yang Punya Wewenang Tarik Royalti Lagu

Mengenal Apa Itu LMKN yang Punya Wewenang Tarik Royalti Lagu

Whats New
Agar Stok Pangan Aman Selama Ramadhan, Pemerintah Impor Bawang Putih hingga Gula

Agar Stok Pangan Aman Selama Ramadhan, Pemerintah Impor Bawang Putih hingga Gula

Whats New
Kapan Layanan Tes GeNose Tersedia di Bandara Soekarno-Hatta?

Kapan Layanan Tes GeNose Tersedia di Bandara Soekarno-Hatta?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X