Transformasi Holding BUMN Perkebunan Jalan Terus

Kompas.com - 12/11/2020, 21:36 WIB
Ilustrasi: Buruh sadap mengambil lateks di tengah perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Desa Rejomulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (28/8/2012). KOMPAS / WAWAN H PRABOWOIlustrasi: Buruh sadap mengambil lateks di tengah perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Desa Rejomulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (28/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengaku terus melakukan transformasi perusahaan untuk menghadapi tantangan diberbagai aspek. Misalnya dalam pengelolaan portofolio, operasional, komersial, investasi dan pendanaan, model operasi, merit system, budaya dan kapabilitas.

Corporate Secretary Holding PTPN III (Persero) Imelda Alini Pohan mengatakan, pihaknya terus melakukan program transformasi dan melakukan standarisasi kinerja seluruh anak perusahaan. Tujuanya, untuk memperbaiki tata kelola dalam rangka menyehatkan kondisi operasional dan keuangan perusahaan sehingga setara dengan best practice.

“Dengan demikian, PTPN dapat menjalankan perannya sebagai penjaga Food & Energy Security berbasis komoditas perkebunan di Indonesia secara efektif dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan. Inilah peran yang akan terus kami emban sebagai BUMN,” ujar Imelda dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Luhut Sebut RI Mulai Keluar dari Resesi Ekonomi

Menurut Imelda, perseroannya telah melakukan transformasi sejak 2019 lalu. Upaya tersebut mulai menunjukkan pencapaian, diantaranya dalam hal peningkatan kinerja tahun 2020 dari operasional maupun keuangan dibandingkan dengan tahun 2019.

Misalnya, telah terjadi kenaikan produksi komoditas utama yaitu, CPO naik sebesar 1,74 persen, karet naik sebesar 6,94 persen, teh naik sebesar 10,38 persen dibandingkan dengan 2019. Dari sisi Keuangan, jumlah hutang mengalami penurunan sebesar 0,36 persen dan adanya peningkatan penjualan sebesar 0,48 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Dalam bidang pemasaran, dengan sentralisasi fungsi pemasaran PTPN Group dapat mengoptimalkan harga penjualan di tahun 2020. PTPN group di tahun 2020 juga berhasil menjual komoditi utama dengan harga rata-rata  mengalami kenaikan dibanding harga jual rata rata tahun 2019.

CPO misalnya harga rata rata mengalami kenaikan sebesar 26 persen dan gula 7,5 persen di atas harga rata rata tahun 2019. Selain itu, PTPN Group juga telah merambah pasar ritel dengan meluncurkan beragam produksi diantaranya gula kemasan 1 Kg, minyak goreng, kopi dan teh.

“Untuk memastikan proses transformasi Holding Perkebunan Nusantara berjalan lancar, Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian terkait lainnya secara rutin melakukan pengarahan dan monitoring,” kata dia.

Baca juga: Ini Strategi BRI Dorong UMKM Naik Kelas

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru saja melakukan penyampaian Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2020 di depan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hari ini, Senin (9/11/2020).

Kepala BPK Agung Firman Sampurna menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan kinerja pada semester ini, efektivitas PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding dalam meningkatkan kinerja PT Perkebunan Nusantara Grup Tahun 2015 sampai dengan semester I Tahun 2019 dinyatakan tidak efektif.

Selain itu, efektivitas PT Rajawali Nusantara Indonesia Holding dalam melaksanakan fungsi pengendalian pengelolaan keuangan dan aset Tahun 2017 sampai dengan semester I Tahun 2019 dengan kesimpulan kurang efektif.

Baca juga: KPPU Duga Ada Praktik Monopoli dalam Ekspor Benih Lobster



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X