Mendag: Pesatnya Belanja Online Harus Dibarengi Perlindungan Konsumen

Kompas.com - 13/11/2020, 12:05 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers secara daring di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (18/3/2020) DOK. Humas KemendagMenteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam konferensi pers secara daring di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Rabu (18/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, perlindungan konsumen sangat diperlukan seiring dengan pesatnya perkembangan belanja secara online. Menurut dia, konsumen berhak mendapatkan jaminan keamanan saat berbelanja daring.

"Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu terobosan yang terus dikembangkan di tengah pandemi Covid-19. Berbagai perubahan pola perilaku konsumen ini harus mampu diimbangi dengan kebijakan yang dapat melindungi konsumen dan pelaku usaha,” ujarnya saat peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (13/11/2020).

Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mendukung perlindungan konsumen di ranah digital lewat penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Baca juga: Ini Hak-hak Konsumen Saat Belanja Online

Agus menjelaskan, beleid tersebut memberikan keseimbangan antara perilaku pelaku usaha yang bertanggung jawab dan pemberian ruang yang sangat luas bagi konsumen untuk menggunakan hak-hak mereka,

"Termasuk hak untuk menyampaikan pengaduan bila merasa dirugikan,” kata dia.

Menurutnya, partisipasi aktif konsumen dalam menuntut hak mereka dibutuhkan sebagai aspek vital untuk mewujudkan kontrol sosial di bidang perdagangan. Konsumen diharapkan aktif memberikan penilaian yang objektif bagi pelaku usaha agar tercipta transparansi dan kontrol sosial pada perdagangan.

"Sehingga, pelaku usaha terpacu untuk terus meningkatkan kualitas dan integritas agar mampu membangun kepercayaan konsumen dan bersaing secara kompetitif,” jelasnya.

Dalam upaya membangun iklim yang seimbang bagi pelaku usaha dan konsumen, lanjutnya, Kemendag berkomitmen memberikan kemudahan berbisnis, namun tetap dengan tegas mendorong pelaku usaha memenuhi kaidah-kaidah perlindungan konsumen.

Seiring dengan hal tersebut, Kemendag berupaya mewujudkan konsumen berdaya. Salah satunya, dilakukan dengan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami hak-hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen.

"Karena konsumen yang cerdas dan berdaya akan mendorong para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka," kata dia.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono menambahkan, indeks keberdayaan konsumen pada tahun 2019 menunjukkan konsumen Indonesia memiliki poin 41,70. Artinya, telah masuk ke kategori ‘mampu’ memahami apa yang menjadi hak mereka.

“Konsumen Indonesia sudah memahami apa yang menjadi hak mereka, namun masih enggan untuk membela hak tersebut melalui saluran pengaduan konsumen atau penyelesaian sengketa konsumen,” ungkap Veri.

Baca juga: Tren Belanja Online Bisa Jadi Peluang UMKM



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X