Menkop UKM Dorong Petani hingga Nelayan Masuk Koperasi

Kompas.com - 19/11/2020, 18:18 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara webinar ?Omnibus Law Beban/Berkah bagi Rakyat?, Rabu (28/10/2020). (Dok: Kemenpora) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara webinar ?Omnibus Law Beban/Berkah bagi Rakyat?, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mendorong para petani, pekebun, dan nelayan yang sebagian besar tergolong pelaku UMKM di Indonesia untuk mulai berkonsolidasi dan membangun korporatisasi petani melalui koperasi.

Teten menyebutkan, sektor pertanian dan sektor perikanan masih didominasi oleh para pelaku UMKM dengan 90 persen pelaku di dalamnya.

“Kami mengembangkan program di KemenkopUKM yang disebut korporatisasi petani,” ujar Teten, mengutip siaran resminya, Kamis (19/11/2020).

Baca juga: Menristek: Orang Indonesia Lebih Pilih Merokok Daripada Makan Protein

Teten mengatakan, dirinya telah mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mendorong para petani dan nelayan agar mau masuk ke koperasi.

“Arahan dari Presiden Jokowi pada Rapat Terbatas, agar petani diorganisir dalam korporasi dengan tujuan agar berdaulat atas hasil produknya atau menikmati nilai tambah di on farm dan off farm, membangun industri dengan skala ekonomi yang besar dan tata kelola manajemen yang profesional,” kata Teten.

Kemenkop UKM pun kemudian telah mencari solusi kelembagaan, terkait tantangan di sektor pertanian dengan mendorong petani untuk membangun kelembagaan usaha yang dikelola secara profesional dan dalam skala keekonomian.

“Kalau kita lihat kondisi pertanian, perkebunan, dan perikanan kontribusi kepada PDB 13 persen, persentase terbesar UMKM di pertanian,” ucap Teten.

Tak hanya itu, Teten juga telah memetakan koperasi di sektor pangan yang potensial, untuk didorong menjadi koperasi modern.

Saat ini Kemenkop UKM sedang mendorong 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi petani.

Saat ini, lanjut Teten, Kemenkop UKM bersama dengan Agriterra telah menggulirkan sebuah gagasan pengembangan korporasi petani model koperasi, yaitu sebuah upaya menjadikan petani sebagai penikmat terbesar dari nilai tambah yang tercipta dengan cara berinvestasi mendirikan industri pengolahan miliknya.

Baca juga: Ini Penjelasan Sri Mulyani Soal Perubahan Aturan Perpajakan dalam UU Cipta Kerja

Teten menyebutkan, ada 7 koperasi yang menjadi pilot project saat ini yakni KSU Citra Kinaraya, Demak – Jateng (Komoditas Beras premium specialty), Koperasi Berkah Multi Generasi, Bandung – Jabar (Komoditas Kentang), dan KPMK Pangandaran – Jabar (Komoditas Kelapa).

Kemudian Koperasi Rakyat Halmahera – Maluku Utara (Komoditas Kelapa), KAN Jabung, Malang – Jatim (Komoditas Tebu/Susu), Koperasi Pugar Ronggolawe Makmur, Tuban – Jatim (Komoditas Garam), dan KPSP Saluyu, Kuningan – Jabar (Komoditas Susu).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X