Industri Manufaktur Mulai Ekspansi, Sri Mulyani Tetap Waspada

Kompas.com - 01/12/2020, 19:15 WIB
Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) dan Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri) mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). Rapat tersebut membahas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Pool/wsj. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo (kiri), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan), Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) dan Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri) mengikuti rapat kabinet terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). Rapat tersebut membahas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/Pool/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri manufaktur dalam negeri mulai menunjukkan ekspansi pada periode November 2020. Hal itu terlihat dari data Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia yang mengalami peningkatan pada periode November 2020 dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data hasil survei IHS Markit, PMI Indonesia naik hampir tiga poin menjadi 50,6 pada Oktober 2020, dibanding bulan sebelumnya di level 47,8.

Indeks di atas 50 menunjukkan industri yang berekspansi. Sebaliknya, indeks di bawah 50 menunjukkan kegiatan terkontraksi.

Baca juga: Industri Manufaktur Oktober Naik Tipis, Menperin: Alhamdulillah Ini Berita Baik

Namun demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah masih akan mewaspadai lantaran kondisi perekonomian belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Hal itu terlihat dari masih rendahnya permintaan atau demand masyarakat.

“Jadi demand side itu menjadi sangat tergantung dari Covid-19. Ini perlu untuk menjadi perhatian kita,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Sri Mulyani pun berharap tahun depan vaksinasi bisa benar-benar terealisasi. Dengan demikian, sisi permintaan dan konsumsi masyarakat, terutama kelas menengah atas bisa kembali tumbuh.

Adapun Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, meski ada terjadi ekspansi industri manufaktur di periode November, namun masih berada pada tingkat yang terbatas.

“Dari sisi industri sudah bersedia ekspansi, meski masih relatif terbatas. Namun perbaikan dibandingkan tiga bulan terakhir,” katanya.

Dia mengatakan, peningkatan PMI tersebut bisa mnejadi sinyal baik bagi pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

Selain itu, hal itu juga diharapkan bisa menjadi sinyal pemulihan yang berlanjut pada tahun 2021 mendatang.

“Kita harap pemulihan ajeg, pelan-pelan tapi pasti dan dikombinasikan dengan protokol kesehatan, sehingga ekspansi ekonomi bisa berlangsung baik tanpa disertai COVID-19 terlalu tinggi,” tambahnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X