Luhut: Pak Ganjar Pranowo, Tolong Segera Perbanyak Fasilitas Isolasi Mandiri Terpusat

Kompas.com - 02/12/2020, 06:04 WIB
Menteri Ad Interim Kelautan dan Perikanan Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat perdananya dengan seluruh pejabat Eselon I KKP, di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Menteri Ad Interim Kelautan dan Perikanan Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat perdananya dengan seluruh pejabat Eselon I KKP, di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk segera bertindak menangani kenaikan jumlah kasus Covid-19 di Jawa Tengah.

Pasalnya, angka kasus positif Covid-19 di Semarang, Kudus, Surakarta, dan Pati melonjak dalam tujuh hari. Bahkan, saat ini Kota Semarang memiliki kasus tertinggi di Jawa Tengah dengan 12.019 kasus dan tingkat kematian mencapai 751 orang.

"Tolong Pak Ganjar (Gubernur Jateng) dan wali kota yang kasusnya tinggi segera perbanyak fasilitas isolasi mandiri terpusat berkoordinasi dengan BNPB. Nanti dananya dibantu mereka,” ujar Luhut kepada Ganjar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Covid-19 melalui keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Belum Izinkan Swasta Ikut Impor Vaksin Covid-19

Luhut juga menyarankan agar Pemprov Jateng bisa meniru penanganan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Caranya yakni dengan meningkatkan fasilitas isolasi terpusat untuk pasien tanpa gejala dan bergejala ringan sehingga pasien dapat dipantau secara optimal.

"Seperti di Wisma Atlet, pasien bergejala awal dan ringan cepat ditangani dan diisolasi sehingga mencegah kondisi gawat yang menyebabkan kematian,” kata dia.

Luhut khawatir, bila pasien yang sudah terkonfimasi positif tidak segera ditangani dengan cepat, justru akan menularkan virus kepada keluarga terdekat sehingga menjadi klaster keluarga.

Sementara itu, Direktur RS Kariadi Semarang Agoes OP yang mengikuti rakor tersebut pun mengakui, tingginya angka kematian disebabkan keterlambatan penanganan pasien. Selain itu, keterbatasan ruang ICU untuk isolasi pasien Covid-19 juga memicu tingginya angka kematian di Jateng.

“Pasien masuk ke kami kasusnya sudah sangat berat dan terlambat masuk ICU,” ungkap dia.

Baca juga: UMKM Menjadi Nyawa Ekonomi Nasional

Menanggapi hal ini, Ganjar Pranowo menyatakan, dalam tiga hari ini, pihaknya akan menggenjot upaya-upaya menekan penyebaran virus corona, termasuk menambah fasilitas isolasi terpusat.

“Dalam tiga hari ini kami minta untuk gas pol, termasuk isolasi mandiri karena kalau di rumah tidak merasa diisolasi. Saya minta kepada para bupati kita cari hotel untuk isolasi mandiri, kita bayar,” ucap dia.

Ganjar melanjutkan, untuk mencegah semakin menyebarnya Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng telah diminta untuk terus melakukan tes, pelacakan, dan penelusuran secara aktif.

Baca juga: Tips Merancang Strategi Keuangan Pribadi di Tengah Pandemi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X