Vaksin Covid-19 Akan Dipasangi Barcode

Kompas.com - 02/12/2020, 06:27 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, nantinya vaksin Covid-19 akan ditempelkan barcode. Barcode tersebut berfungsi untuk pendataan masyarakat yang akan divaksin.

“Kami sampaikan sejak awal sampai akhir kami juga memastikan di sini ada barcode, data detail siapa yang akan disuntik seperti (data) pemilu. Dalam satu kotak ada nama dan alamat karena suntik dua kali,” ujar Erick dalam webinar, Selasa (1/12/2020).

Mantan bos Inter Milan itu menambahkan, nantinya kategori vaksin Covid-19 akan terbagi dua yakni vaksin bantuan dari pemerintah dan vaksin mandiri.

Baca juga: Luhut: Pak Ganjar Pranowo Tolong Segera Perbanyak Fasilitas Isolasi Mandiri Terpusat

Vaksin bantuan dari pemerintah ditujukan untuk para tenaga kesehatan, TNI/Polri, petugas yang terjun langsung ke lapangan dalam menangani Covid-19 di Indonesia dan masyarakat tak mampu.

Sementara itu, untuk vaksin mandiri ditujukan bagi masyarakat mampu. Untuk kategori ini, pemerintah telah menugaskan Kementerian BUMN dalam proses distribusinya.

“KAMI juga mengajak seluruh komponen swasta di industri kesehatan bahu membahu bekerja sama dengan kami. Karena tentu bagaiman tadi kami berharap dengan tugas 75 juta (dosis vaksin) ini vaksinasi berjalan secepatnya,” kata Erick.

Baca juga: UMKM Menjadi Nyawa Ekonomi Nasional

Dengan menggandeng pihak swasta, Erick berkeyakinan proses vaksinasi akan memakan waktu sekitar delapan sampai sembilan bulan.

“Tapi kuncinya gotong royong, tidak bisa diserahkan hanya kami di kementerian BUMN,” ungkapnya.

Selain itu, pendiri Mahaka Group itu pun memastikan vaksin Covid-19 yang dipesan pemerintah berkualitas. Sebab, vaksin-vaksin itu sudah terdaftar di WHO.

Baca juga: 10 Lembaga DIbubarkan, Negara Hemat Rp 277 Miliar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X