Akar Serabut Perekonomian Vietnam

Kompas.com - 14/12/2020, 05:11 WIB
Warga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020. REUTERS/Nguyen Huy KhamWarga Vietnam tampak ceria setelah pihak berwenang mengangkat karantina di desa Dong Cuu, desa karantina Vietnam terakhir yang terkena penyakit virus corona (Covid-19), di luar Hanoi, Vietnam 14 Mei 2020.

Oleh: Andy Ahmad Zaelany

WALAUPUN berada di negeri orang , yaitu di Hanoi, Vietnam, pada tahun 2002 untuk seminar, saya tetap menjalankan kebiasaan untuk jalan-jalan pagi dan sedikit senam ringan.

Ketika membuka pintu hotel menuju ke jalan raya, saya sempat terkejut melihat banyaknya kursi-kursi dan meja kecil ala perabot di sekolah PAUD / TK di trotoar depan hotel. Ada apa gerangan ?

Sungguh pada awalnya saya tidak paham kegunaan meja kursi mungil tersebut. Namun, tidak berselang lama orang-orang berdatangan untuk mengudap di pinggir jalan. Mereka duduk di kursi-kursi tersebut. Mereka adalah para pekerja yang harus masuk di pagi hari. Kabarnya karena diharuskan masuk kerja pagi sekali mereka tidak sempat memasak di rumah dan mampir sarapan ke para pedagang makanan sektor informal.

Kebiasaan seperti ini menarik bagi saya. Bukan hal yang lazim. Bukanlah kendala yang tidak bisa diakali bila memasak sarapan di pagi buta bila memang harus masuk kerja pagi sekali. Perlu pemahaman lebih mendalam.

Pemberdayaan sektor informal

Begitu memasuki fase kemerdekaan, negara Vietnam harus menghadapi realita kondisi perekonomiannya yang porak poranda dan kemiskinan rakyatnya yang amat sangat. Bagaimana memulihkan kondisi ekonomi yang berada di titik nadir?

Para pemimpin Vietnam berpikir bahwa membangkitkan perekonomian bangsa seharusnya dimulai dengan mengaktifkan geliat ekonomi masyarakat kecil, dalam hal ini sektor informal. Bagaimana cara mengaktifkan ekonomi masyarakat kecil ? Terpikir oleh mereka untuk memulai kebiasaan baru bagi masyarakat Vietnam yakni melakukan sarapan di luar rumah alias jajan.

Dibuatlah jam masuk kantor pagi sekali sehingga mereka tidak berkesempatan memasak dan membuat sarapan di rumah. Selain itu, juga dikeluarkan maklumat agar orang melakukan makan pagi di luar rumah pada pedagang kecil.

Terpaksalah orang-orang berduyun-duyun di pagi hari keluar rumah menuju ke tempat pekerjaannya dengan sebelumnya mampir dulu untuk membeli sarapan pada sektor informal. Orang bergegas menyelesaikan makannya dan bergerak menuju tempat bekerjanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

OJK Diminta Pidanakan Fintech yang Teror Guru TK di Malang

Whats New
BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

BEI Kantongi 25 Calon Emiten, Termasuk GoTo?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

[KURASI KOMPASIANA] Tip Memilh Buku Bacaan yang Tepat untuk Anak hingga Cerita Silat Kho Ping Hoo, Sarana Belajar dan Bikin Kecanduan

Rilis
Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Catat 301.000 Kendaraan Kembali ke Jabodetabek

Whats New
Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Kemenaker Baru Tindaklanjuti 444 Pengaduan terkait Pembayaran THR

Whats New
3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

3 Alasan Milenial Perlu Punya Asuransi

Spend Smart
Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Jangan Lupa, Ini Persyaratan agar Simpanan Bank Dijamin LPS

Whats New
[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | 'Mindfulness' dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

[TREN LYFE KOMPASIANA] Ingin Menikah Muda, Paling Tidak Persiapkan 3 Hal Ini | Mengatasi Tiga Masalah dalam Krisis Usia 25 Tahun | "Mindfulness" dan Kesediaan Kita Melambat dalam Hening

Rilis
Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno Setuju Tempat Wisata Ditutup jika Tak Patuh Protokol Kesehatan

Whats New
Sekali Lagi tentang National Space Agency

Sekali Lagi tentang National Space Agency

Whats New
Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Kemenkeu Bakal Naikkan PPN, Sandiaga Uno: Timing-nya Belum Tepat

Whats New
Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening TMRW UOB Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Tingkat Efikasi Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong

Whats New
Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Berkat Embung, Stok Pangan di Desa Pandulangan, Hulu Sungai Aman dan Terjaga Selama Lebaran

Rilis
Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Peran Perempuan Hingga Nasib Pelaut Jadi Sorotan Forum APHoMSA ke-21

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X