Mau Sukses Investasi di Tahun Kerbau Logam? 5 Hal Ini Perlu Diperhatikan

Kompas.com - 26/12/2020, 11:48 WIB
Ilustrasi investasi Dok. SHUTTERSTOCK/LOOKERSTUDIOIlustrasi investasi

Menurut Moore, pasar China akan menarik selama beberapa tahun ke depan.

"China menangani pandemi lebih baik daripada negara lain dan ini bagus untuk pasar saham China, sementara perusahaan China seperti (layanan jejaring sosial) TikTok sangat sukses," jelas Moore.

4. Perawatan kesehatan

Perawatan kesehatan telah menjadi sorotan tahun ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, perawatan kesehatan berfokus pada demografi usia.

Namun, sektor ini kini lebih menonjol pada tahun 2021 karena alasan yang sangat berbeda.

“Perawatan kesehatan tidak dianggap menarik dari sudut pandang investasi pertumbuhan untuk waktu yang lama, karena berfokus pada penuaan. Tetapi virus corona telah menyoroti bahwa kita membutuhkan lebih banyak inovasi,” kata Moore.

Baca juga: Bappenas: Butuh Investasi Rp 5.900 Triliun untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Moore mencontohkan, Pfizer dan AstraZeneca sama-sama vaksin, tetapi sempat mengalami kehilangan uang atau sahamnya berkinerja buruk pada tahun 2020.

“Namun, mereka telah menunjukkan diri mereka mampu dan inovatif. Dan karena itu patut dipertimbangkan ketika memutuskan di mana akan berinvestasi,” tambah dia.

5. Banyak ketidakpastian

Salah satu tema utama tahun 2021 adalah kecepatan dunia pulih dari dampak Covid-19.

Namun, akankah ini menjadi tahun ketika kita melihat kembalinya pertemuan sosial dan perjalanan internasional massal?

Baca juga: Faktor yang Perlu Diperhatikan Investor Menyambut 2021

Atau akankah virus terbukti lebih sulit untuk dikendalikan dan akan butuh waktu lebih lama untuk mengeluarkan vaksin?

Dalam skenario, tahun 2021 dunia kembali ke bisnis seperti biasa, perusahaan penerbangan, hotel, dan rekreasi cenderung berkembang.

Namun, jika ada kesulitan untuk menekan Covid, ini akan menjadi area yang paling mungkin mengalami krisis keuangan dan investor akan terus mencari keselamatan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Sri Mulyani: Indonesia Sudah Dikenal Jadi Penerbit Sukuk Terbesar

Whats New
Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Kerjasama Smesco Indonesia dan Kimia Farma Bukukan Penjualan Produk UMKM Rp 3 Miliar

Rilis
Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Periode Libur Nataru, Ini Syarat Perjalanan Sopir Angkutan Logistik

Whats New
Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Saat Nataru

Whats New
Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Widodo Makmur Perkasa Tetapkan Harga IPO Rp 160, Incar Dana Segar Rp 707,04 Miliar

Rilis
Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Kementan Optimalkan Pasar Mitra Tani untuk Amankan Pasokan Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Rilis
APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

APLN Bayarkan Kupon Obligasi Global Senilai 300 Juta Dollar AS

Rilis
Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

Bangkitkan Jiwa Kreativitas Masyarakat Indonesia, Jenius Gelar Co.Creation Week 2021

BrandzView
Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Pemerintah Mau Setop Impor BBM pada 2027

Whats New
Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Lewat Fitur Ini, Mitra Bukalapak Bisa Jadi Agen Logistik SiCepat Ekspress hingga Grab

Whats New
Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Pemerintah Bakal Membuat Kodifikasi Produk Halal yang Diekspor, Ini Tujuannya

Whats New
Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Program Industri Hijau Dinilai Mampu Menghemat Energi Rp 3,2 Triliun

Whats New
Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

Bisa Transfer Valas hingga 14 Mata Uang, Begini Kemudahan Transaksi Pakai Internet Banking bagi Pebisnis

BrandzView
Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Berantas Pinjol Ilegal, BPR Didorong Tingkatkan Kolaborasi dengan Fintech Lending

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.