Kemenkeu Pastikan Suntikan Modal untuk BUMN Cair Hari Ini

Kompas.com - 30/12/2020, 18:30 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dana Pemulihan Program Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN cair hari ini, Rabu (30/12/2020).

Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Kemenkeu, Meirijal Nur menyebut, dana tersebut cair untuk seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah dialokasikan dalam program PEN.

Pencairan dana dilakukan lantaran hari ini merupakan hari terakhir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

"Itu prosesnya berjalan terus. Insya Allah hari ini semuanya akan cair dan dialokasikan ke semua BUMN penerima PMN. Karena ini hari terakhir, semuanya akan dialokasikan," kata Meirijal dalam konferensi video, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Kemenkeu Sudah Suntikkan PMN Rp 233 Triliun pada 2005-2019

Hingga kini, sudah ada 3 dari 5 BUMN yang mendapat pencairan dana senilai Rp 15 triliun. Tiga BUMN tersebut, antara lain Garuda Indonesia senilai Rp 8,5 triliun, Kereta Api Indonesia senilai Rp 3,5 triliun, dan Krakatau Steel Rp 3 triliun.

Sementara 2 lainnya yang bakal cair, antara lain PT Perkebunan Nusantara (Persero) sebesar 4 triliun dan PT Perum Perumnas (Persero) Rp 700 miliar.

"Semua BUMN yang sudah dialokasikan PMN dalam program PEN ini, sudah bisa dicairkan. Kalau IP PEN ke BUMN tergantung pada term and conditions yang disepakati. Tapi kalau PMN langsung ke BUMN masuk semuanya pada hari ini," ucap Meirijal.

Sebagai informasi, pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 19,7 triliun dalam program PEN untuk korporasi dengan skema PMN. Hal ini tertuang dalam beleid Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 118/PMK/06/2020.

Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Faaris Pranawa mengungkap, ada dua model pembiayaan yang digunakan PT SMI kepada 3 dari 5 BUMN yang mendapat PMN.

Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Alokasi PMN Rp 42,3 Triliun ke BUMN Bukan Pemborosan

Model pembiayaan untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel adalah obligasi wajib konversi. Sedangkan untuk PT KAI adalah obligasi konversi, di mana hak untuk melakukan konversi ada di investor maupun pemerintah.

"Kami akan lihat apakah KAI bisa turn around dengan baik? Kalau tidak, kemungkinan obligasi dikonversi jadi penyertaan modal pemerintah," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Modal 5 Rp Juta Bisa Jadi Agen Aqua | Mendag soal VIdeo Jokowi Promosikan Bipang

[POPULER MONEY] Modal 5 Rp Juta Bisa Jadi Agen Aqua | Mendag soal VIdeo Jokowi Promosikan Bipang

Whats New
Mau Kirim Barang Saat Lebaran? PT Pos Indonesia Tetap Buka

Mau Kirim Barang Saat Lebaran? PT Pos Indonesia Tetap Buka

Whats New
3 Perbedaan Dogecoin dan Bitcoin yang Kamu Harus Tahu

3 Perbedaan Dogecoin dan Bitcoin yang Kamu Harus Tahu

Whats New
Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Catat, Ini Jadwal Operasional SiCepat Selama Masa Lebaran 2021

Whats New
Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Pendaftaran CPNS 2021 Buka Formasi Khusus, Catat Syaratnya

Whats New
Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X