Pandemi Masih Bayangi Pasar Saham 2021, Ini Sektor yang Bisa Dicermati

Kompas.com - 04/01/2021, 12:34 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun telah berganti, namun Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Kondisi ini turut mempengaruhi pasar saham dunia, termasuk Indonesia.

Masih belum membaiknya kondisi tersebut mendorong pemprov DKI Jakarta untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, kebijakan PSBB menimbulkan kecemasan pelaku pasar dan berdampak negatif terhadap pemulihan ekonomi nasional.

“Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mempertimbangkan kembali kebijakan PSBB ketat akibat tingginya jumlah kasus positif Covid-19 di ibu kota menjadi sentimen negatif yang menyebabkan pasar terkoreksi di dua hari terakhir perdagangan saham di Desember 2020,” kata Hans Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Tutup Perdagangan Saham, Menko Airlangga Optimistis Bursa akan Terus Membaik

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, PSBB mendorong pelemahan di sektor retail. Namun lanjut dia, dampak tersebut hanyalah bersifat sementara saja.

“Untuk sementara, sektor retail masih terkena dampak dari penerapan PSBB,” jelas Nafan kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, recovery ekonomi global yang mulai terjadi di akhir tahun, diikuti dengan rencana vaksinasi masal, implementasi Omnibus Law, dinilai menjadi katalis positif pembentukan investment authority.

Faktor pendorong tersebut membuat beberapa sektor berpeluang bangkit di tahun 2021. Di antaranya, sektor konsumer, keuangan, infrastruktur, properti, pertambangan, farmasi, dan konstruksi.

Sementara itu, sektor teknologi juga berpeluang bangkit dengan dukungan rencana penerapan teknologi 5G di tanah air secara merata. Penerapan 5G juga diharapkan mampu mendukung akselerasi produktivitas, industrialisasi maupun informasi dan teknologi.

“Pasar digital tanah air berkembang pesat, secara garis besar ekspansi bisnis bagus untuk meningkatkan kinerja emiten, termasuk menggunakan teknologi 5G,” jelas Nafan.

Baca juga: Awal Perdagangan di Tahun Baru, Simak 12 Saham yang Bisa Dicermati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.