Inflasi 2020 Terendah Sepanjang Sejarah Akibat Lemahnya Daya Beli Masyarakat?

Kompas.com - 04/01/2021, 14:13 WIB
Ilustrasi inflasi THINKSTOCKS/TANG90246Ilustrasi inflasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik melaporkan laju inflasi pada tahun 2020 sebesar 1,68 persen.

Berdasarkan data BPS, tingkat inflasi tersebut merupakan yang terendah sepanjang sejarah. Pasalnya tahun ini, kondisi perekonomian cukup terpukul oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan masyarakat cenderung menahan pengeluaran mereka.

Hal tersebut juga tecermin dalam inflasi inti yang merupakan salah satu indikator daya beli masyarakat.

Baca juga: Inflasi 2020 1,68 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah

Sepanjang tahun 2020, inflasi inti sebesar 1,60 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dari laju inflasi periode yang sama tahun lalu sebesar 3,02 persen. Sementara untuk bulan Desember saja, laju inflasi inti hanya sebesar 0,05 persen.

Meski masih menunjukkan angka positif, namun tren laju inflasi inti terus menurun dari bulan ke bulan sepanjang tahun 2020.

"Bila dirujuk indikator daya beli masyarakat, bisa dilihat inflasi inti masih tercatat positif di Desember 2020, 0,05 persen meski inflasi inti ini trennya menurun dalam beberapa bulan terakhir," jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Bappenas: Daya Beli Masyarakat Merosot Rp 374,4 Triliun Akibat Pandemi Covid-19

Angka inflasi inti secara tahunan pada periode Desember ini juga lebih rendah dari realisasi bulan lalu yang sebesar 1,64 persen. Artinya, tingkat inflasi inti tahun 2020 merupakan yang terendah sejak BPS pertama kali merilis angka inflasi inti pada 2004 lalu.

BPS pun menbungkapkan, pemulihan daya beli masyarakat perlu dilengkapi dengan perbaikan tingkat konsumsi rumah tangga serta perbaikan permintaan pasar.

"Namun secara umum bisa kita bisa berharap daya beli masyarakat akan terus membaik di masa yang akan datang," jelas Setianto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Earn Smart
Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X