Luhut Minta Kapal Deteksi Canggih Dikerahkan Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air

Kompas.com - 10/01/2021, 17:45 WIB
Pantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). TNI AU mengerahkan 150 personel dan empat armada, antara lain pesawat CN 295, helikopter EC 725 Caracal, helikopter NAS 332 Super Puma dan pesawat Boeing 737 dengan dibantu helikopter Basarnas AW 305 untuk melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari udara di perairan Kepulauan Seribu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPantauan udara dari pesawat angkut sedang CN-295 dalam misi pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di atas perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). TNI AU mengerahkan 150 personel dan empat armada, antara lain pesawat CN 295, helikopter EC 725 Caracal, helikopter NAS 332 Super Puma dan pesawat Boeing 737 dengan dibantu helikopter Basarnas AW 305 untuk melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dari udara di perairan Kepulauan Seribu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) memerintahkan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim berkoordinasi bersama institusi terkait untuk melakukan pencarian dan evakuasi dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

"Kami dari Kemenko Marves mendapatkan arahan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk membantu proses pencarian dari Pesawat Sriwijaya Air SJ 182," kata Deputi bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin melalui keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: KKP Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Bantu Pencarian Pesawat Sriwijaya Air

"Tugas kami membantu mencari jejak pecahan pesawat sehingga kita bisa melihat melalui perbedaan ketinggian sentimeter untuk mencari sebaran materi di dasar laut terkait pesawat tersebut," ujar dia.

Safri mengatakan bahwa bantuan nantinya akan berupa Kapal Riset dan Pelatihan ARA Boat yang memiliki beberapa fitur canggih dalam melakukan proses pencarian objek di kedalaman di bawah 100 meter.

"Berkolaborasi dengan badan riset internasional hasil kerja sama Indonesia dan Korea Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC), kami ingin membantu proses evakuasi ini," ujar dia.

Safri menjelaskan, kapal survei tersebut memiliki radar GPS dengan teknologi seperti Multi Beam Echosounder, Dual Channel Single Beam Echosounder, Sub Bottom Profiler yang mampu melihat kondisi di dasar laut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan: Ahli Waris Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Berhak Dapat Santunan 48 Kali Upah

Kemudian, juga dilengkapi CTD dan sensor untuk pengukuran PH, serta Grab Sampler.

Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak dilaporkan menghilang usai lepas landas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) pada Sabtu (9/1/2021) siang.

Hilangnya kontak dari pilot pesawat tersebut pada ketinggian sekitar 10.000 kaki dari permukaan laut.

Juru bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, dalam pesawat SJ-182 mengangkut 62 orang, terdiri 50 penumpang dewasa, 7 anak -anak dan 3 bayi dan ditambah 12 kru.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.