8 Penyebab Penyaluran Bantuan Subsidi Gaji Tak Capai 100 Persen

Kompas.com - 18/01/2021, 16:17 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi gaji, rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memaparkan, penyaluran bantuan subsidi upah atau gaji (BSU) kepada pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta tidak mencapai 100 persen dari target penerima sebanyak 12,4 juta.

Dia menyebutkan, ada 8 faktor yang menyebabkan tidak tersalurkannya bantuan subsidi gaji tersebut. Pertama penerima memiliki rekening ganda.

"Tentu bapak dan ibu bertanya-tanya kenapa tidak tersalurkan 100 persen? Kami bisa menjelaskan bahwa penyebab rekening belum tersalurkan yang pertama ada rekening duplikasi atau rekening ganda (double). Kemudian yang kedua nama tidak valid," katanya dalam evaluasi program bersama dengan Komisi IX DPR RI yang ditayangkan secara virtual, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Ada Beras Impor Masuk Pasar, Kementan: Bukan Rekomendasi Kami

Faktor berikutnya, karena nama penerima yang terdaftar tidak sama dengan yang ada di rekening. Faktor ketiga, rekening ditutup oleh pemilik rekening atau pihak bank karena bermasalah. Keempat, rekening tidak terdaftar di kliring, karena bank penerima tidak ikut dalam Sistem Kliring Nasional (SKN).

Kelima, rekening tidak ada transaksi dalam jangka waktu tertentu. Keenam, rekening tidak sesuai dengan NIK, data NIK di bank tidak sesuai dengan data NIK penerima subsidi. Ketujuh, rekening dibekukan atau rekening terblokir karena sedang proses penggantian kartu chip.

Kemudian yang terakhir, menutupi laporan anggaran akhir tahun pada 31 Desember 2020, seluruh dana harus kembali ke Kas Negara.

Lebih lanjut Menaker menyebutkan, untuk gelombang pertama penyaluran, dengan rentang waktu bulan Agustus hingga Oktober 2020, realisasinya mencapai 12,29 juta penerima atau 99,11 persen dengan anggaran Rp 14,7 triliun.

Pada gelombang awal tersebut, bantuan subsidi gaji yang belum tersalurkan ada 110.762 pekerja.

Sedangkan untuk gelombang kedua, penyaluran pada bulan November 2020. Adapun realisasi penyaluran sebanyak 12,24 juta atau 98,71 persen dengan anggaran Rp 14,6 triliun. Sementara yang belum tersalurkan terdapat 159.727 pekerja.

"Total realisasinya Rp 29,4 triliun, prosentasenya 98,91 persen. Sekarang sedang dalam proses rekonsiliasi data oleh Bank Penyalur. Anggaran BSU yang belum tersalurkan pada 31 Desember, kami kembalikan ke Kas Negara," ucapnya.

Baca juga: Menpan RB: 2021 Banyak Kementerian yang Tak Rekrut CPNS Baru



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X