Aset Jumbo BP Jamsostek Dinilai Bisa Pengaruhi Likuiditas Pasar Modal

Kompas.com - 22/01/2021, 21:30 WIB
Illustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan KOMPAS.com/NURWAHIDAHIllustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan
Penulis Kiki Safitri
|

Faktor internal yakni proses dan latar belakang dari pembelian saham tersebut. Apakah sudah dilakukan kajian yang mendalam terhadap kinerja perusahaan target, sehingga harga pembelian sudah sesuai dengan kondisi saat itu dan memiliki potensi untuk mengalami kenaikan dalam kurun waktu tertentu di masa depan.

Sementara faktor eksternal adalah tren dari harga saham secara umum atau sektor industri terkait. Di samping faktor makro seperti kebijakan pemerintah, harga komoditi dunia, nilai tukar valas dan sebagainya, turut mempengaruhi naik turunnya harga saham.

Namun, Toto menilai, menempatkan investasi di saham LQ45 merupakan mitigasi risiko, dan sebuah tindakan kehati-hatian. Di sisi lain, saham - saham LQ45 berpeluang mengalami stagnasi harga bahkan penurunan yang disebabkan oleh faktor fundamental, sentimen pasar serta makro ekonomi yang mempengaruhinya.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 57,10 poin atau 0,95 persen ke 5.979,07 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2020. Dengan penurunan tersebut, IHSG mengakumulasi penurunan 5,09 persen sepanjang 2020,” jelas dia.

Baca juga: PLN Lakukan Bauran Bahan Bakar di 32 PLTU

LQ45 merupakan indeks sekumpulan saham dari perusahaan yang terpilih berdasarkan kriteria tertentu. Antara lain, memiliki nilai kapitalisasi 60 terbesar selama 12 bulan terakhir di Bursa Efek Indonesia, memiliki nilai transaksi 60 terbesar selama 12 bulan terakhir di pasar regular Bursa Efek Indonesia, memiliki kinerja keuangan yang baik, dan berpotensi memiliki pertumbuhan usaha yang baik.

“Melihat profil perusahaan - perusahaan yang masuk di index LQ45, seharusnya dapat dikatakan, perusahaan - perusahaan tersebut secara fundamental tergolong baik,” jelas Toto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harus dipahami juga, pergerakan saham di Bursa Efek tidak melulu tentang fundamental, ada faktor sentimen pasar yang irasional, namun justru sangat mempengaruhi fluktuasi harga sahamnya.

“Jadi, bisa saja saham LQ45 secara fundamental baik, tetapi tidak menarik para investor sehingga harganya tidak kunjung meningkat,” ucap dia.

Baca juga: KKP Sebut Kapal Bercantrang Sudah Mencapai 6.800 Unit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.