Klarifikasi Calon Petahana Dewan Pengawas Soal Dugaan Nepotisme di BPJS Ketenagakerjaan

Kompas.com - 28/01/2021, 16:57 WIB
Illustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan KOMPAS.com/NURWAHIDAHIllustrasi kartu BPJS Ketenagakerjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon petahana Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Aditya Warman mengklarifikasi pernyataannya soal dugaan nepotisme di tubuh BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut ia sampaikan kepada jajaran Komisi IX DPR RI saat mengikuti fit and proper test calon Dewas BPJS Ketenagakerjaan di Gedung DPR, Jakarta.

Aditya mengatakan, saat itu ia tengah menerangkan mengenai saran, nasihat, dan pertimbangan Dewas BPJS Ketenagakerjaan mengenai masalah di internal.

Baca juga: Calon Petahana Ungkap Dugaan Nepotisme di Internal BPJS Ketenagakerjaan

"Saya sedang menerangkan SNP (saran, nasihat, dan pertimbangan) ke Komisi IX. Tugasnya Dewas itu melakukan review, melakukan kajian agar tidak terjadi nepotisme," ujar Aditya kepada Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

Aditya menjelaskan perihal perlunya kajian atas sebuah kebijakan publik untuk menghindari nepotisme di tubuh BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Dia mengatakan, untuk menghindari nepotisme, solusinya adalah membangun konsep SDM unggul dengan menjaga prosedur rotasi secara fair.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentunya Dewas dalam melakukan pengawasan dengan cara melakukan kajian yang berdampak kepada governance. Upaya ini dilakukan dalam rangka membangun sebuah kajian pengelolaan SDM atau operational excelent di BP Jamsostek," kata Aditya.

 

"Dan juga dalam rangka meningkatkan pengelolaan SDM berbasis kajian akademis," sambungnya.

Baca juga: Jaksa Agung: Tak Ada Hubungannya Kasus Dugaan Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dengan Jiwasraya

Selama lima tahun terakhir menduduki posisi Dewas di BPJS Ketenagakerjaan, ia melakukan kajian dalam rangka mendukung atas saran, nasihat, dan pertimbangan Dewas.

"Kajian ini sebagai langkah menjaga governance untuk tetap sejalan dengan transparancy dan fairness. Guna untuk mendukung manajamen lebih profesional dan secara substansial lebih mengarah kepada kepastian, rotasi mutasi dan promosi lebih efektif. Harapannya pengelolaan human capital yang sudah berjalan dengan baik, akan selalu baik ke depannya" ujar Aditya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.