Baru Melantai di BEI, Harga Saham Widodo Makmur Unggas Melesat 21 Persen

Kompas.com - 02/02/2021, 12:10 WIB
Bursa Efek Indonesia KONTANBursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Widodo Makmur Unggas (WMUU) langsung meroket 21,11 persen, Selasa (2/1/2021).

Melansir RTI, saham WMUU bergerak naik 38 poin pada level Rp 218 per saham, setelah penawaran perdana (IPO) di harga Rp 180 per lembar saham.

Hingga tengah siang ini, total transaksi WMUU mencapai Rp 146,7 miliar dengan volume 671,29 juta saham.

Baca juga: Mantap IPO, Widodo Makmur Unggas Tawarkan Harga Awal Rp 180 Per Saham

Sementara itu, aksi jual asing tercata Rp 217,8 juta di seluruh pasar.

WMUU merupakan perusahaan peternakan ayam terintegrasi secara vertikal yang mengendalikan pabrik pakan berskala besar, peternakan pembibitan, pabrik pembenihan, peternakan komersial, peternakan layer, rumah potong hewan, dan operasi kemitraan.

Dalam gelaran Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO), WMU menetapkan harga saham IPO di angka Rp 180 per lembar saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proporsi investor yang menyerap yakni investor institusi 69,5 persen dan ritel 30,5 persen.

“Langkah ini menjadi pintu gerbang menuju pasar yang lebih dinamis. Kendati kondisi pasar saham masih menantang di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama WMU, Ali Mas’adi dalam virtual konferensi, pagi tadi.

Baca juga: Sektor Unggas Diproyeksi Makin Subur, Widodo Makmur Unggas Mantapkan Rencana IPO

Seiring dengan market yang didominasi oleh pemain ritel, saat ini diperlukan alokasi ritel yang mencukupi dan juga untuk menjaga likuiditas di pasar sekunder (secondary market).

Saham WMU mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 4 kali selama masa penawaran umum.

Guna menjaga minat investor di pasar sekunder, WMU juga menurunkan total saham yang dilepas ke publik atau free float dari 35 persen menjadi 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Emiten yang bergerak di sektor perunggasan (poultry) ini, berencana menerbitkan instrument surat utang atau obligasi korporasi di akhir tahun ini, untuk mendukung upaya Perseroan melebarkan sayap bisnis.

Baca juga: Perusahaan Peternakan Unggas Ini Dukung 10.000 UMKM

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dengan tercatanya WMUU di BEI sebagai perusahaan ke 6 tahun ini dan saham ke 719 diharapkan perseroan bisa segera melealisasikan dan melaksanakan rencana kedepan degnan profit yang sudah dihimpun.

“Tentunya perseroan diharapkan dapat menghasilkan performa operasional dan keuangan yang baik, mengikuti kemajuan teknologi, dan memberikan value proposision atas produk dan jasa yang ditawakan ke customer. Selain itu perseroan diharapkan bisa meningkatkan tranparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan operasional,” jelas Nyoman.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.