4 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Grosir

Kompas.com - 10/02/2021, 08:23 WIB
Pengunjung memilih batik di Pusat Grosir Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/12/2015). Transaksi di salah satu sentra batik di Cirebon tersebut meningkat hingga tiga kali lipat saat libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Transaksi pembelian yang biasanya hanya sekitar 2.000, pada 25-26 Desember 2015 melonjak hingga sekitar 6.500 transaksi. KOMPAS/ABDULLAH FIKRI ASHRIPengunjung memilih batik di Pusat Grosir Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (27/12/2015). Transaksi di salah satu sentra batik di Cirebon tersebut meningkat hingga tiga kali lipat saat libur Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Transaksi pembelian yang biasanya hanya sekitar 2.000, pada 25-26 Desember 2015 melonjak hingga sekitar 6.500 transaksi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi yang telah melanda dunia selama lebih dari setahun belakangan ini telah memberikan dampak terhadap banyak industri, termasuk industri grosir B2B (business-to-business) di Tanah Air.

Selain menghadapi situasi yang ada, para pelaku bisnis juga dituntut untuk terus beradaptasi serta menyesuaikan strategi bisnis mereka sejalan dengan peraturan pemerintah terus berkembang.

Tren dan ekspektasi pelanggan dalam industri grosir B2B juga terus berubah karena pelanggan mengharapkan kualitas pelayananan yang sama seperti yang disediakan oleh pasar B2C (business-to-customer).

Baca juga: Saat Konsumsi Pertalite Buat Impor Pertamax Kalahkan Premium

Country Manager Zilingo Indonesia Patrick Vaz pun membagikan 4 tips utama bagi para pelaku bisnis untuk meningkatkan penjualan bisnis grosir.

Tips pertama adalah ntegrasikan e-commerce ke dalam bisnis. Dia bilang, memiliki kehadiran online yang kuat merupakan suatu keharusan bagi semua jenis bisnis, termasuk grosir. Dengan mendaftarkan bisnis grosir ke platform e-commerce juga memungkinkan para pelaku bisnis untuk memperluas pangsa pasarnya.

E-commerce memungkinkan pedagang grosir menawarkan katalog daring 24/7 yang dapat membuat pembeli tetap terlibat dan tertarik sembari membantu membangun minat konsumen terhadap produk baru Anda. Anda juga dapat dengan mudah untuk mengukur metrik utama dan mengetahui kekurangan bisnis Anda dengan bantuan platform e-commerce,” kata Patrick mengutip siaran persnya, Rabu (10/2/2021).

Lalu tips yang kedua adalah dapatkan calon pelanggan yang lebih berkualitas. Mempertahankan pelanggan yang sudah ada, kata dia, merupakan suatu keharusan. Tetapi bukan berarti Anda harus puas dan berhenti mencari pelanggan yang baru.

Anda dapat meningkatkan upaya retensi pelanggan sekaligus menarik pelanggan baru bagi bisnis Anda. Salah satu strategi terbaik untuk mendapatkan pelanggan grosir baru adalah dengan menawarkan promosi dan kampanye khusus.

“Pembeli B2B akan memperhatikan penawaran spesial ini dan sangat menghargai upaya penghematan tambahan yang dapat mereka terima ketika mereka bekerja sama dengan Anda yang secara langsung akan meningkatkan pesanan bagi bisnis Anda. Pastikan Anda menjalankan kampanye pemasaran yang sesuai dengan target pelanggan Anda, termasuk menghilangkan kata kunci yang tidak relevan," jelasnya.

Baca juga: Intip Gaji dan Tunjangan Guru PNS di DKI Jakarta

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X