Pulihkan Perekonomian, Pemerintah Fokus Dorong Konsumsi Masyarakat

Kompas.com - 16/02/2021, 17:34 WIB
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat memberi keterangan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (26/3/2020).
DOKUMENTASI BNPBSekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono saat memberi keterangan di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Kamis (26/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menilai perlunya mendorong konsumsi masyarakat agar perekonomian Indonesia bisa pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yakni 57,6 persen, dan kedua adalah PMTB (investasi) sebesar 31,6 persen.

"Artinya memang kalau mengejar pertumbuhan ekonomi, fokus di konsumsi rumah tangga dan investasi,” ungkapnya dalam acara Dialog Produktif bertajuk Daya Ungkit Ekonomi Bangkit, seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: 140 Juta Dosis Bahan Baku Vaksin Covid-19 Segera Masuk RI

Dia berpendapat, hal yang bisa diandalkan dan yang menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi 2021 adalah dengan mendorong konsumsi rumah tangga. Oleh sebab itu, dia bilang, masyarakat diminta perlu meningkatkan daya beli.

"Untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan menggulirkan program-program jaringan keamanan sosial, dan membangun kepercayaan diri masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk kembali berbelanja," ucapnya.

Sementara di sisi supply, banyak sektor yang terpukul. Sektor manufaktur misalnya berkontribusi 19,8 persen bagi perindustrian, sehingga pemerintah perlu untuk fokus di industri manufaktur.

Baca juga: Bio Farma Kerja Sama dengan Perbankan Untuk Pendanaan Stok Vaksin Covid-19

Pemerintah pun meluncurkan paket kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mendorong industri otomotif.

Selain karena industri ini terdampak cukup dalam, di sisi lain multiplier effect dari industri ini cukup besar karena sektor pendukungnya juga cukup banyak.

“Diharapkan kebijakan ini menurunkan harga kendaraan bermotor, dan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Skemanya yakni pemberian insentif fiskal PPnBM Ditanggung Pemerintah yang ditargetkan berlaku 1 Maret 2021 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2021,” jelasnya.

Baca juga: Sudah Sampai Mana Kesiapan Pertamina Kelola Blok Rokan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.