Garuda Indonesia “Sulap” 2 Pesawat Airbus Jadi Angkutan Khusus Kargo

Kompas.com - 24/02/2021, 20:08 WIB
Penerbangan kargo di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, resmi beroperasi setelah Pemprov Jabar resmi meneken naskah kerja sama dengan PT Garuda Indonesia. Prosesi itu ditandai penerbangan kargo dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (23/2/2021). Humas Pemprov JabarPenerbangan kargo di Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat, resmi beroperasi setelah Pemprov Jabar resmi meneken naskah kerja sama dengan PT Garuda Indonesia. Prosesi itu ditandai penerbangan kargo dengan pesawat Garuda Indonesia menuju Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Selasa (23/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengubah dua unit pesawat jenis Airbus untuk dijadikan angkutan khusus kargo.

Sebelum diubah, kedua pesawat terasebut biasa dioperasikan maskapai pelat merah itu untuk mengangkut penumpang.

“Kita akan menyediakan beberapa pesawat khusus kargo. Insyaallah bulan depan kita sudah selesai konversi dua Airbus kita. Jadi atas bawah semuanya kargo, kursi kita tarik semua, bisa menampung 50 ton,” ujar Irfan dalam wawancara virtual, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Ada PPKM Mikro, Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Kembali Anjlok

Irfan menjelaskan, hal tersebut dilakukan karena Garuda Indonesia melihat potensi bisnis kargo yang menjanjikan di masa pandemi Covid-19.

Dalam kondisi normal, lanjut dia, kontribusi bisnis kargo ke pendapatan Garuda Indonesia sebesar 10 persen.

Di masa pandemi Covid-19, kontribusi bisnis kargo ke keuangan Garuda Indonesia meningkat menjadi 30 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Malah di beberapa waktu bisa mendekati 60-70 persen. Kami sih memperkirakan mustinya nanti dalam kondisi normal kita punya bisnis kargo di angka 30-40 persen,” kata dia.

Apalagi, kata Irfan, ia kerap berdiskusi dengan eksportir di daerah-daerah.

Baca juga: Garuda Berharap Penerapan GeNose Bisa Dongkrak Jumlah Penumpang Pesawat

Dari diskusi tersebut, para eksportir mengeluhkan mengenai angkutan logistik yang terbatas, sehingga mereka kesulitan dalam mengekspor.

“Ini yang lagi kita coba diskusi dengan banyak teman dan saya tidak akan menafikan bahwa kita nanti ke depan akan fokus juga memperbesar ke kargo, sehingga kita banyak punya customer UMKM. Ini yang perlu kita dorong. Jadi bukan bisnis kargo yang ada kita mau kita ambil alih, tapi kita justru pendorong,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.