Kompas.com - 25/02/2021, 20:15 WIB
Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014). KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (18/9/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong perusahaan mobil Jepang untuk mengekspor hasil produksinya di Indonesia ke Australia.

Hal ini untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA), di mana mobil mendapatkan fasilitas bea masuk nol persen.

"Saya sudah meminta kepada principal di Jepang untuk memastikan mereka memakai fasilitas Indonesia buat ekspor mobil ke mancanegara, terutama negara yang punya perjanjian perdagangan dengan Indonesia, contohnya dengan Australia," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: Respons BCA Soal Salah Transfer Rp 51 Juta yang Berujung Jeruji Besi

Ia mengatakan, penjualan mobil di Australia mencapai 1,2 juta per tahun, namun Indonesia belum menikmati peluang pasar itu. Maka lewat IA-CEPA diharapkan Indonesia bisa menembus pasar otomotif di Negeri Kangguru tersebut.

Sebelumnya, yang menjadi kendala ekspor mobil asal Indonesia masuk ke Australia adalah spesfisikasi mobil yang dibuat belum memenuhi standar negara tersebut. Terutama dalam hal standar emisi gas buang yang masih jauh tertinggal.

Oleh sebab itu, diperlukan komunikasi lebih lanjut dengan industri otomotif dalam negeri untuk bisa memproduksi mobil yang menyesuaikan pasar Australia. Hal inilah yang tengah diupayakan oleh Lutfi.

"Meski pabriknya di Indonesia tapi principal-nya masih di Jepang, jadi saya sedang pastikan dengan berbicara secara persuasif bahwa kita akan dapat alokasi untuk ekspor tersebut," jelas dia.

Lutfi mengatakan, pihaknya menargetkan pada 2021 ekspor mobil ke Australia sudah bisa terealisasi. Menurutnya, mobil asal Indonesia yang berpotensi di ekspor ke Australia diantaranya Mitsubshi Expander, Toyota Inova, Toyota Fortuner, hingga Pajero.

"Bayangan saya di 2021 targetnya adalah Australia. Lalu pada tahun berikutnya ingin mobil kita bisa penetrasi market di negara di bagian utara Afrika," pungkasnya.

Baca juga: Cerita Mendag Lutfi Susahnya UMKM tembus Ekspor



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X