Kompas.com - 25/02/2021, 19:20 WIB
Ilustrasi zakat: Warga antre masuk ke Masjid Istiqlal, Jakarta. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi zakat: Warga antre masuk ke Masjid Istiqlal, Jakarta.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas) menilai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat perlu direvisi.

Direktur Lembaga Riset Ideas Yusuf Wibisono mengatakan, organisasi pengelola zakat (OPZ) bentukan masyarakat sipil, yaitu lembaga amil zakat (LAZ) kerap kali disulitkan operasionalnya dengan adanya UU tersebut.

“Alih-alih mengukuhkan kebiasaan baik yang telah lama tumbuh sebagai praktek sosial-keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, UU Nomor 23 tahun 2011 justru melemahkannya,” tuturnya dalam diskusi virtual, Kamis (25/2/2021).

Baca juga: LPI Diklaim Mampu Serap 36.000 Tenaga Kerja di RI

Menurut Yusuf, UU tersebut gagal memberikan penguatan sektor amal nasional dan gagal menghasilkan tata kelola zakat nasional yang baik.

“Regulator zakat nasional yang disandang BAZNAS tidak berperan optimal karena di saat yang sama berperan ganda sebagai operator zakat nasional,” ujarnya.

Oleh karenanya, Yusuf menilai ke depannya dibutuhkan upaya untuk meninjau ulang UU tersebut.

“Kami mendorong pembicaraan yang lebih produktif di antara pihak terkait terutama antara Kemenag, Baznas dan FOZ untuk merivisi ketentuan-ketentuan krusial,” ucapnya.

Baca juga: Indonesia-China Lengket, Luhut: Tidak Ada Mereka yang Atur



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Mulai 25 April, Pemerintah Setop Visa dan Izin Tinggal WNA dari India

Whats New
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online 'Kaleng-kalengan' | Bisnis Hotel dan 'Smoking Room' | Merger Gojek-Tokopedia

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Menghadapi Bisnis Online "Kaleng-kalengan" | Bisnis Hotel dan "Smoking Room" | Merger Gojek-Tokopedia

Rilis
Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak, Harga Mulai Rp 11,3 Juta

Spend Smart
Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Harga Aset Kripto Rontok, Bitcoin Anjlok ke Kisaran Rp 695 Juta

Whats New
THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

THR 2021 Cair? Jangan Lupa Bayar Utang, Menabung dan Investasi

Spend Smart
Karyawan Kontrak dan Outsourcing Bisa Dapat KPR Murah, Ini Syaratnya

Karyawan Kontrak dan Outsourcing Bisa Dapat KPR Murah, Ini Syaratnya

Whats New
XL Axiata Tebar Dividen Rp 339,4 Miliar

XL Axiata Tebar Dividen Rp 339,4 Miliar

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Pekan Depan, Ini Tingkat Kuponnya

Pemerintah Lelang SUN Pekan Depan, Ini Tingkat Kuponnya

Earn Smart
Maret 2021, Uang Beredar Tumbuh Melambat Jadi Rp 6.888 Triliun

Maret 2021, Uang Beredar Tumbuh Melambat Jadi Rp 6.888 Triliun

Whats New
Indonesia Ekspor Perdana Produk Semangka ke Uni Emirat Arab

Indonesia Ekspor Perdana Produk Semangka ke Uni Emirat Arab

Whats New
Pangsa Pasar Keuangan Syariah di RI Masih Belum Capai 'Double Digit'

Pangsa Pasar Keuangan Syariah di RI Masih Belum Capai "Double Digit"

Whats New
S&P dan R&I Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Komentar Pemerintah

S&P dan R&I Pertahankan Peringkat Utang RI, Ini Komentar Pemerintah

Whats New
Daging Beku Belum Terlalu Diterima oleh Pasar, Ini Kata Importir

Daging Beku Belum Terlalu Diterima oleh Pasar, Ini Kata Importir

Whats New
AP I Perketat Syarat Perjalanan Udara di 15 Bandara

AP I Perketat Syarat Perjalanan Udara di 15 Bandara

Whats New
Perempuan Jadi 'Direktur Keuangan' Keluarga, Perhatikan Ini Saat Kelola Anggaran

Perempuan Jadi 'Direktur Keuangan' Keluarga, Perhatikan Ini Saat Kelola Anggaran

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X