Ada Diskon PPN, Harga Rumah di Bawah Rp 2 Miliar Bisa Turun 10 Persen

Kompas.com - 02/03/2021, 08:08 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Ilustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menggulirkan stimulus relaksasi pajak untuk mendongkrak daya beli masyarakat.

Kali ini, giliran sektor properti yang mendapatkan stimulus berupa relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian rumah tapak atau susun.

Ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021 itu, mulai berlaku pada 1 Maret 2021. Beleid ini akan berlaku hingga 31 Agustus 2021.

Melalui aturan tersebut, pemerintah memberikan relaksasi berupa potongan 100 persen atau pembebasan PPN untuk pembelian rumah tapak maupun susun hingga seharga Rp 2 miliar.

Baca juga: Airlangga: Insentif PPnBM Mobil dan Rumah Bisa Dongkrak Ekonomi RI 1 Persen

Dengan adanya ketentuan tersebut, maka masyarakat yang membeli rumah di bawah Rp 2 miliar tidak perlu membayarkan PPN sebesar 10 persen. Sehingga, harga beli rumah seharga hingga Rp 2 miliar akan turun 10 persen sampai dengan 31 Agustus mendatang.

Relaksasi PPN juga diberikan untuk rumah seharga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar. Untuk segmen ini, pemerintah memberikan diskon PPN sebesar 50 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Maka, untuk rumah seharga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar, hanya perlu membayarkan PPN sebesar 5 persen. Dengan kata lain, akan terjadi penurunan harga sebesar 5 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, selain mengacu kepada rentang harga tersebut, terdapat sejumlah ketentuan lain untuk dapat menikmati stimulus tersebut.

Seperti hal nya, rumah penerima diskon PPN hanya lah unit yang telah siap huni, pada periode pelaksanaan relaksasi. Dengan demikian, rumah yang masih dalam tahap pembangunan atau pengembangan tidak dapat menerima relaksasi ini.

“Jadi ini untuk menyerap rumah-rumah yang sudah siap dibangun dan dijual. Sehingga stok rumah akan menurun, permintaan meningkat sehingga memacu adanya rumah baru lagi,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Selain itu, rumah yang telah dibeli dengan menerima relaksasi PPN tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

“Jadi ini pure untuk demand side, untuk mendukung dari sisi sektor properti di bawah Rp 5 miliar," ucapnya.

Baca juga: Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.