Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Kompas.com - 04/03/2021, 07:13 WIB
Sejumlah petugas mengoperasikan alat pendorong gerbong kereta 'light rail train' atau lintas rel terpadu (LRT) yang telah diangkat ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah petugas mengoperasikan alat pendorong gerbong kereta 'light rail train' atau lintas rel terpadu (LRT) yang telah diangkat ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) dapat mempercepat pembangunan infrastruktur di sektor transportasi.

Pasalnya, kehadiran LPI menjadi opsi baru kepada investor untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.

Sehingga, pembiayaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah tidak lagi bergantung kepada APBN.

Baca juga: Lengkap, Rincian Biaya Admin Tabungan BNI, BRI, BTN, dan Mandiri

“Ini merupakan satu inovasi yang luar biasa untuk menjamin kepastian bagi para investor dan mencegah terjadinya informasi yang salah, yang menyebabkan mahalnya biaya investasi di Indonesia,” tuturnya dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur sektor transportasi tidak bisa hanya mengandalkan APBN.

“Saya meminta jajaran Kemenhub untuk mengenal dan mempelajari SWF lebih dalam untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia,” ujarnya.

Ia pun menjabarkan berbagai proyek infrastruktur transportasi yang perlu dibangun dan tidak bisa mengandalkan APBN murni seperti, Pelabuhan Garonggong Sulsel, Pelabuhan Baru di Ambon dan Palembang, Bandara Singkawang, Bandara Fakfak dan Manokwari di Papua, Bandara Mentawai, Sea Plane di Bandaneira, LRT dan MRT di Bali, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, dan infrastruktur di daerah lainnya.

Baca juga: Petani Didorong Manfaatkan Sistem Resi Gudang, Untuk Apa?

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi langkah Budi Karya dan jajaran Kementerian Perhubungan yang telah mendorong dan memanfaatkan berbagai skema pendanaan kreatif selain APBN atau skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Sektor transportasi disebut merupakan salah satu sektor yang paling terdampak dalam menghadapi pandemi Covid 19.

“Dengan dibentuknya INA diharapkan melahirkan instrumen pembiayaan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia. Karena bangkitnya sektor transportasi menandai pulihnya ekonomi Indonesia,”ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X