Kompas.com - 12/03/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi toko sepatu Bata India. SHUTTERSTOCKIlustrasi toko sepatu Bata India.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sepatu Bata Tbk harus menghadapi urusan hukum karena produsen sepatu kenamaan itu sedang dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Permohanan PKPU dilayangkan oleh Agus Setiawan dengan kuasa hukumnya Hasiholan Tytusano Parulian, ke Pengadilan Niaga di PN Jakarta Pusat pada 9 Maret 2021. Kasus ini terdaftar dengan nomor perkara 114/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Jkt.Pst.

Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Agus dalam petitumnya meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan seluruh permohonannya.

Baca juga: Gugatan PKPU terhadap PT Timah Ditolak Pengadilan Niaga

"Menyatakan termohon PKPU PT Sepatu Bata Tbk dalam PKPU Sementara selama 45 hari terhitung sejak putusan diucapkan," bunyi petitum dalam laman resmi PN Jakarta Pusat, Jumat (12/3/2021),

Selain itu, penggugat juga meminta pengadilan untuk mengangkat dan menunjuk hakim dari Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat sebagai hakim pengawas untuk mengawasi proses PKPU tersebut.

Kemudian meminta membentuk tim yang terdiri dari Aldi Firmansyah, Elisabeth Tania, dan Hansye Agustaf Yunus untuk mengurus harta Sepatu Bata saat dinyatakan PKPU Sementara atau menjadi kurator Sepatu Bata saat dinyatakan dalam keadaan pailit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, Agus meminta pula untuk majelis hakim menghukum Sepatu Bata dengan membayar seluruh biaya perkara PKPU tersebut.

"Atau apabila majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)," demikian tertulis dalam petitum.

Baca juga: Sepanjang 2020, Pembatalan Merek Paling Banyak Diajukan ke Pengadilan Niaga

Sebagai informasi, Sepatu Bata merupakan perusahaan yang berasal dari Republik Ceko dengan nama asli T&A Bata Shoe Company. Perusahaan ini didirikan oleh Tomas Bata dan Antonin Bata.

Mereka membangun perusahaan sepatu Bata sejak 1894 yang kini produknya sudah hadir di lebih dari 50 negara dan memiliki fasilitas produksi di 26 negara.

Sepatu Bata sendiri cukup akrab bagi kalangan masyarakat Indonesia sebab memang sudah masuk ke Tanah Air sejak 1931. Saat itu masih dalam bentuk impor.

Kemudian pada 1940 akhirnya perusahaan sepatu ini membangun pabrik pertamanya di Indonesia yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan. Pada 24 Maret 1982 perusahaan pun go public dengan tercatat di Bursa Efek Jakarta yang kini berkode saham BATA.

Pada tahun yang sama perusahaan sepatu bata berhasil merampungkan pembangunan pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat. Pada 2009 pabrik di Kalibata dijual dan seluruh kegiatan produksi dipindahkan ke pabrik di Purwakarta.

Selain pabrik, sepatu bata juga sudah memiliki 530 gerai di Indonesia berdasarkan data 2019 lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X