Ketua OJK: Investasi dengan Untung Tidak Normal Pasti Bermasalah

Kompas.com - 15/03/2021, 12:08 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat acara peringatan 40 tahun Bursa Efek Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (11/8/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat acara peringatan 40 tahun Bursa Efek Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak kepada tawaran keuangan yang aneh-aneh dan menggiurkan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, tawaran layanan keuangan yang menggiurkan dan tidak masuk akal dipastikan adalah produk ilegal.

"Untuk yang (mau) investasi, jangan tertarik pada investasi dengan untung yang tidak normal,  pasti bohong dan pasti masalah sehingga banyak produk ilegal," kata Wimboh dalam webinar OJK dan Keamanan Dana Masyarakat secara virtual, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Holding BUMN Ultra Mikro Dinilai Bisa Jadi Solusi Melawan Fintech Bodong

Wimboh juga mengimbau masyarakat untuk memilih produk keuangan sesuai kondisi finansial dan kebutuhannya. Masyarakat diminta belajar terlebih dahulu sebelum terjun ke dunia investasi.

Jika membutuhkan dana, cari lembaga atau bank yang menawarkan produk legal sehingga lebih aman. Begitupun jangan meminjam dana jika tidak bisa memenuhi kewajibannya dengan baik.

"Sekarang banyak sekali (pinjaman di) platform elektronik melalui digital, (pinjaman diambil) padahal enggak perlu-perlu amat. Pas pinjam baru sadar bunganya sangat mahal, (mereka) lupa meminjam harus mengembalikan. Begitu ditagih, ribut," ungkap Wimboh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

OJK sebagai lembaga pengawasan turut serta melindungi kepentingan nasabah. Wimboh bilang, lembaga pemerintah ini sudah mengatur kebijakan uji produk dan masa transisi produk sebelum dikeluarkan ke masyarakat.

Baca juga: Naik Lagi, Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.058 Triliun

OJK juga menerbitkan aturan prudensial agar risiko kecurangan (fraud), kegagalan (default) dan risiko pelanggaran dapat ditindaklanjuti.

"Harus ada kebijakan (pengawasan) di bank, ada transparansi, dan harus ada good governance (tata kelola yang baik) agar bank bisa melayani dengan baik," tutur Wimboh.

Dari sisi perlindungan konsumen, OJK menyiapkan platform pengaduan masyarakat bila terjadi dispute. Jika dispute tidak bisa diselesaikan, pihaknya akan membawa permasalahan ke lembaga alternatif penyelesaian sengketa.

Tak henti sampai di situ, OJK bersama Satgas Waspada Investasi (SWI) menutup seluruh aplikasi investasi dan pinjaman online ilegal yang tidak terdaftar dan berizin di OJK. Kedua hal ini dilakukan tak lain agar masyarakat mendapat hak-haknya.

"Banyak yang ilegal kita tutup. Ini terus kita lakukan. Memang tidak henti-hentinya, ditutup pagi sore buka lagi. Ditutup sore, paginya buka lagi," pungkas Wimboh.

Baca juga: Harga Cabai Meroket, Ikatan Pedagang Pasar Sentil Pemerintah



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.