Menperin Kaji Diskon PPnBM Nol Persen untuk Mobil 2.500 cc

Kompas.com - 16/03/2021, 19:00 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam suatu acara, di Jakarta, Selasa (10/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam suatu acara, di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya tengah mengkaji kemungkinan perluasan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor.

Hal ini menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan kepadanya saat memberikan laporan terkait kunjungan kerja ke Jepang pada Senin (15/3/2021) kemarin.

Ia mengatakan, sesuai arahan kepala negara diskon PPnBM hingga 100 persen bisa diberikan untuk mobil baru dengan kapasitas di atas 1.500 cc, yaitu mobil dengan kapasitas hingga 2.500 cc.

Baca juga: Penerimaan PPnBM Sektor Otomotif Merosot 50 Persen di 2020

“Perluasan ini diperlukan karena ada jenis kendaraan yang kapasitas silindernya di atas 1.500 cc dan memiliki local purchase (pembelian lokal) tinggi di atas 50-60 persen yang belum menikmati kebijakan relaksasi ini,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3/2021).

Dengan demikian, ada potensi kendaraan bermotor roda empat dengan kapasitas 2.500 cc bisa mendapatkan insentif pajak dalam masa pandemi ini. Asalkan kendaraan itu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70 persen.

Agus menjelaskan, formulasi perluasan dan pendalaman kebijakan dikson PPnBM akan didasari oleh kenaikan tingkat kapasitas silinder kendaraan dan dikombinasikan dengan local purchase. Bisa pula hanya dengan didasari local purchase dan kemungkinan perubahan time frame-nya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan,” kata dia.

Baca juga: Ada Diskon PPnBM dan PPN, BRI Optimistis Kredit Tumbuh 6-7 Persen

Menurutnya, perluasan kebijakan ini dilakukan karena pemerintah melihat fasilitas relaksasi ini terbukti mampu mendongkrak konsumsi kendaraan bermotor.

Ia bilang, per 12 Maret 2021 tingkat purchase order mobil tercatat naik hingga 140,8 persen setelah ada relaksasi PPnBM kendaraan bermotor.

“Untuk itu pemerintah meminta agar produsen meningkatkan utilisasi agar bisa cepat melayani permintaan konsumen yang jauh meningkat ini,” ucap Agus.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.