Kompas.com - 19/03/2021, 15:17 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu Anggota Bursa (AB), PT Indo Premier Sekuritas (PD) mendapatkan teguran tertulis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor Peng-00016/BEI.ANG/03-2021 pada Jumat (19/3/2021).

Dalam keterbukaan informasi di BEI terkait penyusun laporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD), PT Indo Premier Sekuritas tidak secara konsisten menerapkan pengendalian umum teknologi informasi dan sistem aplikasi yang memadai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang mengatakan MKBD Indo Premier Sekuritas sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, terdapat temuan ketidakkonsistenan penerapan pengendalian umum teknologi informasi dan sistem aplikasi dalam penyusunan MKBD.

“Kami sudah menyampaikan kepada PD untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Dan sejauh ini sudah terdapat upaya-upaya perbaikan yang dilakukan oleh PD,” kata Kristian kepada Wartawan, siang ini.

Baca juga: Promo Indomaret Maret 2021, Ada Beli 2 Gratis 2

Dia menegaskan, ketidakkonsistenan pengendalian penerapan pengendalian umum teknologi informasi dan sistem aplikasi dalam penyusunan MKBD. Hal ini menurutnya berimplikasi terhadap keakuratan penyajian MKBD.

“Temuan tersebut tidak ada hubungan atau kaitan dengan keamanan dalam transaksi saham oleh nasabah IPOT,” ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait teguran tertulis tersebut, Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto menyakatan komitmennya untuk menjaga konsistensi teknologi informasi dalam pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD).

“Pada 1 Desember 2020 terjadi lonjakan luar biasa atas volume transaksi dan jumlah data transaksi yang harus diproses pada hari itu, bursa melihat perlunya Indo Premier menjaga konsistensi teknologi informasi dalam pelaporan MKBD,” kata Moleonoto.

Moleonoto menambahkan kedepannya, Indo Premier akan meningkatkan sistem pelaporan MKBD supaya bisa mengantisipasi lonjakan data transaksi yang diproses setiap harinya. Dia bilang, pada masa pandemi Covid-19 saat ini memang terjadi lonjakan penambahan nasabah ritel dan peningkatan signifikan volume transaksi saham.

“Indo Premier memproses 75.000-80.000 nasabah yang bertransaksi tiap harinya. Ini yang terbesar dari seluruh anggota bursa yang bertransaksi di bursa efek,” ujar dia.

Ia menambahkan total ekuitas Indo Premier per akhir Februari 2021 Rp 1,5 triliun, dan besaran MKBD Indo Premier per 18 Maret 2021 Rp 615 miliar.

Baca juga: BEI Luncurkan Edukasi Digital untuk Investor Bursa



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.