Banyak Negara Batasi Ekspor Vaksin Covid-19, Erick Thohir Fokus Pengadaan dari Dalam Negeri

Kompas.com - 17/04/2021, 19:12 WIB
Sebuah vaksin COVID-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pengadaan 20 juta dosis vaksin COVID-19 kategori mandiri, di mana vaksin tersebut akan diberikan pengusaha bagi para karyawan di perusahaannya masing-masing. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJASebuah vaksin COVID-19 Sinovac beserta jarum suntik terpajang di kawasan Masjid Istiqlal saat vaksinasi di Jakarta, Selasa (23/2/2021). Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pemerintah tengah mengupayakan pengadaan 20 juta dosis vaksin COVID-19 kategori mandiri, di mana vaksin tersebut akan diberikan pengusaha bagi para karyawan di perusahaannya masing-masing. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan, saat ini sejumlah negara produsen vaksin Covid-19 memutuskan untuk membatasi ekspor komoditas tersebut.

Ini diakibatkan meningkatnya kasus aktif Covid-19 di sejumlah negara.

"Salah satu kendala kita dengan sekarang global reaction kepada saling mencoba mem-protect vaksin-vaksin ini, kita juga menjadi terjepit," kata Erick dalam sebuah diskusi virtual, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Simak Jadwal Operasional Sentra Vaksin BUMN Selama Puasa

Saat ini, Indonesia disebut masih memiliki stok vaksin Covid-19.

Namun, menurut Erick, pemerintah harus mencari cara untuk menambah stok tersebut, agar target 70 persen masyarakat tervaksinasi dapat dicapai.

Mantan bos Inter Milan itu mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan ialah dengan cara melakukan pengadaan vaksin Covid-19 dari dalam negeri, melalui Vaksin Merah Putih.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pelaku swasta Indonesia untuk bekerja sama dengan swasta luar negeri terkait pengadaan vaksin.

"Asalkan tadi, yang disepakati atau yang sesuai standar WHO dan juga tentu mekanisme yang ada di Indonesia. Ini lah yang kita coba fokuskan," tutur Erick.

Baca juga: Menkes Pastikan Vaksinasi Kembali Masif di Bulan Mei Usai India Embargo Vaksin

Erick melaporkan, saat ini sudah terdapat sekitar 17 juta dosis vaksin Covid-19 yang disuntikan ke masyarakat Indonesia.

Ini terdiri dari 10,7 juta dosis vaksin pertama dan 5,8 juta dosis vaksin kedua.

Sebagai informasi, saat ini Vaksin Merah Putih tengah dikembangkan oleh dua pihak, yakni Universitas Airlangga dan lembaga Ejikman.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, vaksin tersebut sudah bisa diproduksi massal pada 2022 mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X