Kenalan dengan Bintarti, "Kartini" Bidang Teknik di Blue Bird

Kompas.com - 23/04/2021, 06:50 WIB
Vice President Teknik PT Blue Bird Tbk, Bintarti A. Yulianto. Bintarti bertanggung jawab memastikan kesiapan armada mulai dari pengecatan sesuai identitas perusahaan, pemasangan atribut, hingga sistem service/maintenance. Dok. Blue BirdVice President Teknik PT Blue Bird Tbk, Bintarti A. Yulianto. Bintarti bertanggung jawab memastikan kesiapan armada mulai dari pengecatan sesuai identitas perusahaan, pemasangan atribut, hingga sistem service/maintenance.

Dunia teknik dan berkutat dengan penanganan perawatan kendaraan, sekaligus memiliki tim kerja yang semuanya pria, otomatis menjadikan Bintarti tenggelam dalam 'dunia pria' yang harus dikelola, di mana ia kini menjadi komandannya.

Dalam layanan transportasi darat, umumnya orang akan cenderung menilai kualitas layanan dari pengemudi dan kendaraannya sebab hal itu yang langsung dapat dirasakan oleh pengguna.

Namun, dengan kendaraan yang mencapai puluhan ribu unit, salah satu faktor terpenting dari layanan Bluebird sesungguhnya berawal dari program perawatan kendaraan yang dilakukan.

Baca juga: Cerita Yolanda, Pelaku UMKM yang Dongkrak Ekonomi 100 Karyawan di Usia 25 Tahun

Sehingga seluruh kendaraan bisa berada dalam keadaan prima, selalu siap dioperasikan, aman dan nyaman melayani penumpang dan pelanggan.

"Salah satu 'kunci' keunggulan perawatan kendaraan Bluebird adalah program 'preventive maintenance'. Perawatan yang sifatnya mengidentifikasi kemungkinan kerusakan atau masalah yang akan timbul. Semua kendaraan memiliki jadwal perawatan sebelum menghadapi permasalahan," ungkap Bintarti dalam keterangannya, Kamis (22/4/2021).

Inilah sebetulnya yang menggambarkan kehebatan Bintarti, bagaimana ia sebagai sosok wanita dapat mengordinasikan pengelolaan perawatan puluhan ribu kendaraan secara terjadwal, yang sangat memerlukan kedisiplinan, kendahalan sistem, dan kualitas kepemimpinan yang kuat dalam lingkungan kerja yang notabene semuanya pria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengaku, merasa santai bekerja dengan rekan-rekan teknik yang seluruhnya pria, sebab di masa kuliah pun lingkungannya memang sudah banyak berteman dengan pria.

"Dan sebetulnya, masalahnya bukan terletak pada wanita atau pria, dalam dunia kerja ataupun dalam kegiatan yang lain, kunci utama adalah perlunya kita memiliki 'mindset' yang sama. Apabila (telah) ada kesamaan pemahaman, etos kerja, saling memahami the do's and the don'ts; rekan laki atau wanita pada dasarnya sama,” ungkapnya.

Baca juga: Menhub: Saat Ini Perempuan Memiliki Kebebasan Memilih Karier

Bahkan dalam beberapa hal, Bintarti justru merasakan aspek positif dapat menyampaikan sesuatu hal atau pemikiran yang langsung ke intinya, terbuka kepada rekan kerja pria yang sangat mendukung dan sesuai budaya serta tuntutan kerja yang ada.

Terlebih lagi, seluruh aspek kehidupan termasuk bisnis dan industri, yang saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, sehingga mereka yang tidak melakukan perubahan akan menjadi tertinggal dan tidak relevan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.