Dari Bisnis Olahan Ikan, Pria Ini Hasilkan Rp 2,3 Juta dalam Seminggu

Kompas.com - 31/05/2021, 08:55 WIB
Doc. Kementerian Kelautan dan Perikanan / Bisnis Olahan Ikan 'The Boboko' DOKUMENTASI KKPDoc. Kementerian Kelautan dan Perikanan / Bisnis Olahan Ikan 'The Boboko'

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 berdampak besar bagi perekonomian dunia. Di Indonesia, tercatat 19,10 juta penduduk usia kerja terdampak, termasuk pula pekerja yang dirumahkan akibat pandemi yang tak kunjung reda.

Nasib serupa sempat menimpa Heri Wijaya, pengajar bimbingan belajar tingkat SD-SMA ini terpuruk akibat pandemi dan harus banting tulang untuk menghidupi keluarganya.

Namun, ayah empat anak ini tidak menyerah begitu saja. Dia pun banting setir menjadi wirausaha di bidang pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan.

Dalam kunjungan Tim Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Heri mengungkapkan cikal bakal bisnisnya yang berbekal pengetahuan seadanya.

Baca juga: Jual Produk Olahan Cokelat, Pebisnis Asal Bali Ini Raup Omzet Rp 40 Juta Per Bulan

Pria yang tinggal di Pasar Rebo, Jakarta Timur, ini mulai mencoba mengolah Chicken Katsu dan menjual paket nasi boks. Sebagai ciri khas, dia memberi nama "The Boboko" pada usaha yang baru dirintisnya sejak April 2020.

Ibarat jodoh, aksi coba-coba Heri mulai menemukan jalannya setelah dia memperoleh informasi dari media sosial tentang adanya program penumbuhan wirausaha baru dari Ditjen PDSPKP KKP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya tertarik untuk mengikuti program itu dan mendaftar untuk dapat bersaing menjadi binaan Ditjen PDSPKP," ungkap Heri dalam siaran pers KKP, dikutip pada Senin (31/5/2021).

Berkat kegigihan dan kepercayaan dirinya yang tinggi, Heri pun lolos dan terpilih pada program tersebut.

Heri semakin yakin atas usaha yang dirintisnya setelah mendapat materi kewirausahaan, pengolahan produk hasil kelautan dan perikanan mulai dari praktik pengolahan, pengemasan dan penghitungan harga jual, hingga digitalisasi bisnis.

Tak hanya itu, dia juga dibekali materi tentang perizinan usaha serta mendapat fasilitas, antara lain sertifikat, pengurusan perizinan usaha (NIB dan IUMK), pembuatan logo dan label usaha, serta pemberian spanduk usaha.

"Alhamdulillah, bukan cuma dikasih materi, tapi juga didampingi. Hasilnya, saat ini pemasaran sudah mulai meluas melalui media online, seperti Go Food, IG @bobokonasiku, dan juga sedang mempersiapkan masuk dalam market place lain, seperti Tokopedia dan Shopee. Selain itu, tersedia pula melalui penjualan offline di toko frozen food dan bantuan para reseller," katanya.

Kini, kapasitas produksi usaha Heri mencapai 15 kilogram ikan untuk pengolahan bakso ikan dan dimsum per pekan.

Selain itu, dia juga memproduksi 10 kilogram otak-otak Bandeng dan 14 kilogram ayam untuk pengolahan Chicken Katsu dan produk olahan tersebut juga ditambahkan untuk pesanan rice box dan nasi bento.

Dengan harga jual bakso ikan Rp 30.000 per pack, otak-otak Bandeng Rp 25.000-Rp 45.000 per ekor, dimsum Rp 30.000 per pack, Chicken Katsu Rp 45.000 per pack, dan ricebox atau nasi bento Rp 20.000 per pack, dia membukukan omzet Rp 2,35 juta per minggu.

"Omzet ini akan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar," sebut Heri.

Baca juga: Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Direktur Jenderal PDSPKP Artati Widiarti mengapresiasi keberanian dan kegigihan Heri dalam merintis usaha. Menurut dia, kegiatan pertumbuhan wirausaha pengolahan hasil kelautan dan perikanan yang digarap oleh jajarannya hanyalah jembatan sekaligus komitmen negara dalam membantu masyarakat untuk mengubah tantangan menjadi peluang.

"Kita menyiapkan kegiatan ini untuk mengajak masyarakat mengubah tantangan di tengah Covid-19 menjadi peluang," jelas Artati.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2020 tersebut merupakan tindak lanjut dari penjaringan minat wirausaha. Kala itu, program ini diikuti oleh 100 peserta terpilih dari 1.000 pendaftar.

Artati berharap, kegiatan penumbuhan wirausaha bidang pengolahan dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan bisa menjadi pengungkit ekonomi di tengah pandemi.

"Sektor kelautan dan perikanan masih terbuka, apalagi kita negara maritim. Jadi di situlah banyak peluang yang bisa dioptimalkan," tutupnya.

Baca juga: Sulap Lapangan Futsal Jadi SPBU Modular Shell, Didin Raup Omzet hingga Rp 700 Juta



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.