Langgar Ketentuan, KKP Amankan Kapal RI di Selat Makassar

Kompas.com - 16/06/2021, 19:00 WIB
ILustrasi: Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan kapal yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau (troll) di perairan Provinsi Riau, Rabu (9/6/2021). Dok Dinas Perikanan dan Kelautan RiauILustrasi: Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan kapal yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau (troll) di perairan Provinsi Riau, Rabu (9/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindak kapal Indonesia yang melanggar ketentuan. Kali ini, KKP menangkap kapal penangkap ikan tanpa dokumen yang sesuai syarat.

Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar mengatakan, kapal ikan itu diamankan di Selat Makassar.

“Operasi pengawasan KP. Hiu Macan 03 menangkap kapal berbendera Indonesia," kata Antam dalam siaran pers, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: KKP Ringkus 2 Kapal Illegal Fishing Asal Filipina di Laut Sulawesi

Adapun kapal yang ditangkap adalah KMN. MALOMOE 02 dengan berat 27 gross ton (GT). Kapal tersebut membawa 12 awak dan saat ini berada di Pelabuhan Untia, Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan dokumen dan pelanggaran yang dilakukan oleh kapal tersebut,” ujar Antam.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menegaskan, kapal Indonesia yang melanggar itu akan dikenakan sanksi administrasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut sejalan dengan aturan dalam UU Cipta Kerja yang mengedepankan peningkatan kepatuhan nelayan.

“Opsinya bisa alat tangkap dirampas, kapal tidak boleh beroperasi dulu sampai memenuhi kelengkapan perizinan berusaha,” tegas Pung.

Selama tahun 2021, KKP telah menangkap 117 kapal yang terdiri dari 78 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 39 kapal ikan asing yang mencuri ikan.

Baca juga: Sempat Dikejar, 2 Kapal Illegal Fishing Asal Vietnam Ditangkap KKP

Kapal pencuri ikan yang dimaksud adalah 11 kapal berbendera Malaysia, 5 kapal berbendera Filipina, dan 23 kapal berbendera Vietnam.

KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum, maupun racun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X