Indonesia Gandeng AS Kejar Target Nol Emisi Karbon di 2060

Kompas.com - 24/06/2021, 12:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat  (18/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (18/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, melakukan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) merupakan langkah penting untuk Indonesia mencapai target nol emisi karbon (net zero carbon emission) di 2060.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Perubahan Iklim Tri Hita Karana bertajuk Aligning for Climate Action on Road to Net Zero Carbon Emission pada Rabu (23/6/2021) kemarin.

"Forum bersama ini menunjukkan komitmen kedua negara (Indonesia-AS) untuk meningkatkan pencegahan perubahan iklim dalam mencapai nol emisi karbon untuk kesejahteraan manusia dan planet,” ujar Luhut dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Luhut menjelaskan, Indonesia telah membuat beberapa pengumuman penting tentang ambisi terhadap iklim, di antaranya menargetkan nol emisi karbon pada tahun 2060 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

PT PLN (Persero), sebagai perusahaan energi milik negara, telah memutuskan untuk memoratorium pembangunan baru pembangkit listrik bertenaga batu bara dalam perencanaan perseroan mulai tahun 2023.

Serta pada kali ini melakukan kerja sama dengan AS dalam pengembangan dan penerapan teknologi energi terbarukan, kolaborasi dengan fokus yang berkelanjutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kolaborasi ini, lanjut Luhut, dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi antara pemerintah dengan pemerintah (government to government/G to G), serta lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan.

"Konkretnya adalah mungkin untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih seperti misalnya untuk di kawasan Bali," jelas Luhut.

Baca juga: Luhut Minta Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Maluku Utara Digenjot

Menurut dia, dalam semua upaya ini, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama.

Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk mengubah ekonomi Indonesia menjadi ‘Natural Capital Carbon and Communities Superpower’.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.