Tak Boleh Dine In, Omzet Kafe dan Restoran di Bandung Terjun Bebas

Kompas.com - 25/06/2021, 15:36 WIB
Ilustrasi Kafe Thinkstockphotos.comIlustrasi Kafe

BANDUNG, KOMPAS.com - Omzet pengusaha kafe dan restoran di Kota Bandung mengalami penurunan omzet signifikan, pasca-penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Kebijakan yang dikeluarkan Wali Kota Bandung, Juni 2021 ini, tidak diperbolehkan dine in. Padahal tidak semua makanan bisa ditake away," ujar perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), lham Fajri saat dihubungi Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Contohnya makanan yang digrill, nasi liwet, dan sejumlah makanan lainnya sulit untuk take away. Akibatnya, begitu kebijakan diberlakukan terjadi penurunan omzet.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pengelola Mal dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Ilham menceritakan, sebelum PPKM, okupansi restoran dan kafe hanya 60 persen dibanding kondisi normal. Begitu PPKM Juni ini diberlakukan, omzet mereka hanya 10-20 persen.

"Akibatnya banyak restoran dan kafe yang tutup dan melakukan PHK," tutur dia seraya mengatakan anggota Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) mencapai 600.

Buat Ilham, kebijakan ini berbeda dengan PPKM Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih bisa dine in dengan batasan yang ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi ketika masyarakat datang ke daerah perbatasan, akan lebih memilih restoran yang bisa dine in.

Ketua AKAR, Arif Maulana mengatakan, sejak pandemi Covid-19, kafe dan restoran di Kota Bandung berupaya keras untuk bertahan dengan mengikuti kebijakan pemerintah kota.

Kebijakan tersebut berdampak kepada dirumahkannya banyak karyawan hingga ditutupnya sejumlah unit usaha.

"Dari survey yang dilakukan oleh AKAR, dalam satu hari (23 Juni 2021) tercatat 50 kafe dan restoran menyampaikan penurunan bisnis yang sangat signifikan, beberapa sudah tutup dan memutus hubungan kerja," tutur dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.