KILAS

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Kompas.com - 25/06/2021, 17:54 WIB
Rakor Jejaring Politeknik Ketenagakerjaan di Makassar, di hadiri oleh kepala BNN Makasar, Plt Direktuk Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi Ph.d,  Sekertaris disnaker Sulawesi Selatan Dra. SURAESAH, M.SI, Kepala Apindo sulawesi selatan Drs. La Tunreng, M.M, dan Ketua GNIK sulawesi Selatan Baso Alim Bahri S.Psi., M. Adm. SDA

DOK. Humas KemenakerRakor Jejaring Politeknik Ketenagakerjaan di Makassar, di hadiri oleh kepala BNN Makasar, Plt Direktuk Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi Ph.d, Sekertaris disnaker Sulawesi Selatan Dra. SURAESAH, M.SI, Kepala Apindo sulawesi selatan Drs. La Tunreng, M.M, dan Ketua GNIK sulawesi Selatan Baso Alim Bahri S.Psi., M. Adm. SDA

KOMPAS.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Helmiati Basri mengatakan, diperlukan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, usaha serta industri.

Sebab, langkah tersebut sangat penting agar lulusan lembaga pendidikan dapat terserap dengan baik di dunia kerja.

Oleh karenanya, ia meminta Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) terus melakukan upaya agar ada link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Selain itu, Polteknaker harus melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah under qualification yakni, lulusan perguruan tinggi yang masih berada di bawah standar kompetensi,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Bangun Sinergisitas dengan Dunia Usaha, Polteknaker Adakan Rakor

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka rapat koordinasi (rakoor) Polteknaker dengan tema “Jejaring Ketenagakerjaan Industri 2021” di Gammara Hotel Makassar, Senin (21/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain Makassar, kegiatan itu juga berlangsung di Surabaya dan Semarang. Adapun persoalan yang dibahas adalah tentang penyebab kesenjangan dunia pendidikan dengan dunia kerja, usaha serta industri.

Menurut Helmiati, institusi pendidikan tinggi harus mendukung program penyiapan kualitas SDM yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, usaha maupun industri.

Dalam kesiapannya, kata dia, harus diproyeksikan sesuai kebutuhan dan kualifikasi, serta jumlah posisi pekerjaan pada dunia industri.

Baca juga: 81,6 Persen Lulusan Polimedia Terserap Dunia Industri

“Saat ini terdapat begitu banyak pengangguran akibat dari peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan permintaan pasar. Ketidaksesuaian ini bisa saja terjadi karena rendahnya lulusan yang kompeten,” ujarnya.

Tanggung jawab pendidikan tinggi vokasi

Pada kesempatan yang sama, Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Elviandi Rusdi mengatakan, pendidikan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan keterampilan profesional, baik hard skill maupun soft skill.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.