Pemerintah akan Pinjamkan Oksigen Konsentrator ke Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri

Kompas.com - 12/07/2021, 18:00 WIB
Tabung berisi oksigen tiba di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTabung berisi oksigen tiba di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk impor 50.000 oksigen konsentrator guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

Ia mengatakan, nantinya alat tersebut akan dipinjamkan ke rumah-rumah warga yang terdapat pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Sehingga, akan mengurangi ketergantungan pada oksigen likuid.

"Presiden telah setuju akan impor 50.000 oksigen konsentrator, sehingga mengurangi oksigen likuid," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).

Baca juga: RNI Produksi Alat yang Mampu Produksi Oksigen Secara Mandiri

Oksigen konsentrator merupakan perawatan terapi oksigen yang dihubungkan ke stop kontak listrik. Alat ini menarik udara dari ruangan, menghilangkan nitrogen dan kotoran di dalamnya sehingga pasien mendapatkan oksigen murni.

Luhut mengatakan, sebagian oksigen konsentrator telah tiba di Indonesia. Di antaranya berasal dari pesanan pemerintah dari Singapura.

"Sekarang kita punya beberapa ribu, mungkin mendekati 10.000, itu kita bagikan untuk digunakan pada kasus-kasus (Covid-19) ringan, dan itu akan kit a pinjamkan ke rumah-rumah," jelas Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, satu unit oksigen konsentrator memiliki kapasitas mencapai 5 liter per menit sehingga bisa digunakan setidaknya selama 5 hari. Setelah digunakan maka bisa dikembalikan untuk digunakan ke pihak yang membutuhkan lainnya.

Rencananya, setelah pandemi, maka oksigen konsentrator tersebut pun akan dihibahkan ke rumah sakit-rumah sakit.

"Itu bisa 5 liter jadi bisa digunakan selama 5 hari, dan saya kira ini juga nanti Insyaallah selesai kasus Covid-19, itu masih bisa dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit kita," kata Luhut.

Baca juga: Menperin Ajak Industri Bahu Membahu Pasok Oksigen Untuk Pasien Covid-19

Terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, untuk mengatasi tingginya permintaan oksigen di Indonesia akibat lonjakan kasus Covid-19, pemerintah berupaya menyediakan oksigen konsentrator.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.